Maluku Tancap Gas Ekspor di Awal Tahun, 15 Ton Tuna Dikirim ke Jepang

Tuna segar yang diekspor oleh PT. Peduli Laut.
Pekerja membersihkan dan memotong ikan tuna untuk diekspor di tempat pengolahan UD. Nagata Tuna, Banda Aceh, Aceh, Jumat (26/1/2018)./ANTARA-Irwansyah Putra
Pekerja membersihkan dan memotong ikan tuna untuk diekspor di tempat pengolahan UD. Nagata Tuna, Banda Aceh, Aceh, Jumat (26/1/2018)./ANTARA-Irwansyah Putra

Bisnis.com, MAKASSAr - Gubernur Maluku Murad Ismail melepas ekspor komoditas perikanan berupa 15 ton ikan tuna segar ke negara Jepang secara langsung dari terminal kargo Bandara Internasional Pattimura Ambon, Rabu (6/1/2021).

Tuna segar yang diekspor oleh PT. Peduli Laut Maluku menggunakan pesawat kargo Citilink (Garuda Indonesia grup) Ambon-Manado dan Bandara Narita Jepang.

Gubernur Murad menyatakan ekspor dan investasi adalah kunci penting kemajuan ekonomi satu daerah. Ekonomi yang terus tumbuh berdampak menekan kesenjangan dan kemiskinan. Perkembangan ekonomi global berdampak bagi setiap negara termasuk Indonesia, sehingga memaksa partisipasi setiap daerah memperluas wilayah pasar sebagai solusi mengatasi dampak resesi global, agar mampu bertahan di kancah perdagangan internasional.

Menurutnya peluang ekspor Maluku saat ini terbuka lebar, terutama dari hasil perikanan, tetapi pelaksanaannya memerlukan sinergi di tengah kondisi global yang masih dilanda pandemi COVID-19. Pemprov, tandasnya telah mempersiapkan langkah dan strategi baru untuk diversifikasi pasar dan Produk, di mana pasar tujuan ekspor kini beralih ke sejumlah negara yang menyatakan potensi pasarnya yang cukup signifikan untuk dieksplorasi.

Gubernur menyatakan beberapa waktu lalu bertemu pimpinan maskapai Garuda Indonesia untuk berdiskusi beberapa hal penting, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengoperasian penerbangan kargo dari Kota Ambon menuju bandara Narita Jepang melalui Manado Sulawesi Utara.

"Penerbangan kargo secara langsung ke Jepang ini memberikan peluang besar bagi para eksportir di Maluku untuk meningkatkan ekspornya, mengingat waktu tempuh lebih cepat dan pengurusan perijinan lebih mudah sehingga kualitas komoditi yang diekspor akan tiba di Jelang dalam kondisi masih segar," katanya, dikutip dari Antara, Kamis (7/1/2021).

Dia mengatakan pihaknya juga terus mendorong pengembangan sektor Kelautan dan Perikanan di Maluku sehingga hasil laut benar-benar menjadi komoditas unggulan ekspor yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ketua Tim Peningkatan ekspor Maluku Ismail Usemahu menyebutkan ekspor tuna segar dengan penerbangan langsung dari Ambon melalui Manado menuju Jepang, merupakan yang pertama kali dilakukan.

Selain dengan penerbangan kargo, tercatat juga masing-masing dua ton ikan tuna segar diekspor dengan dua penerbangan reguler sejak Rabu (6/1) pagi melalui bandara Sorkarno Hatta.

"Total ekspor yang dilakukan dengan pesawat kargo maupun penerbangan reguler yakni 19 ton tuna segar, dengan nilai ekspor 116.433 dolar AS atau sekitar Rp2,5 miliar," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Amri Nur Rahmat
Sumber : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler