Pemasangan Rangka Jembatan Holtekamp Hari Ini Ditunda

Oleh: Yanita Petriella 21 Februari 2018 | 07:43 WIB
Foto aerial proyek pembangungan jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, Senin (13/11)./JIBI-Nurul Hidayat

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa proses pembangunan Jembatan Holtekamp di Papua akan dihentikan sementara.

Keputusan itu diambil sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan proyek konstruksi layang di seluruh Indonesia menyusul kasus kecelakaan konstruksi proyek jalan tol Bekasi—Cawang—Kampung Melayu di Jakarta, pada Selasa (20/2/2018) dini hari.

Dampaknya, pemasangan rangka Jembatan Holtekamp Papua batal terlaksana seiring dengan keputusan pemberhentian sementara konstruksi yang berada di atas tanah atau layang tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengatakan bahwa seharusnya pemasangan rangka dijadwalkan pada hari ini.

"Semua kegiatan di seluruh Indonesia, termasuk Jembatan Holtekamp di Papua sudah mulai diangkat, secara konsisten kita hentikan dulu, kita lakukan evaluasi dulu semuanya," ujarnya, Selasa (20/2).

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Atmawidjaja menambahkan bahwa proyek yang dilakukan penghentian sementara yakni proyek yang memiliki jalur melayang, lalu pembangunan jembatan yang memilki bentang panjang lebih dari 100 meter.

"Yang dihentikan ya, bangun layang atau jembatan itu. Yang di bawah tetap jalan proyeknya. Misalnya, tol Trans-Sumatra, kan banyak jembatan juga, nah itu dihentikan. Jalan yang di bawah tetap jalan," katanya.

Pembangunan Jembatan Holtekamp dilakukan bersama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemprov Papua mendanai pembangunan jembatan pendekat arah Holtekamp, dan Pemkot Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan.

Biaya pembangunan jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp1,7 triliun. Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan Tbk., PT Hutama Karya, dan PT Nindya Karya.

Panjang bentang utama jembatan tersebut adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri atas 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri atas 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya