Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Air Bersih dan Sanitasi di Kabupaten Asmat Dioptimalkan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus mengoptimalkan pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi di Kabupaten Asmat, Papua.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 06 Februari 2018  |  18:58 WIB
Warga menunggu antrean saat berobat di puskesmas Ayam di kampung Bayiwpinam, Distrik Akat, Kabupaten Asmat, Papua, Jumat (26/1). - ANTARA/M Agung Rajasa
Warga menunggu antrean saat berobat di puskesmas Ayam di kampung Bayiwpinam, Distrik Akat, Kabupaten Asmat, Papua, Jumat (26/1). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus mengoptimalkan pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi di Kabupaten Asmat, Papua.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo mengatakan bahwa ketersediaan air baku di kabupaten tersebut memang sulit. Saat ini memang direncanakan penambahan air baku dari penampungan air hujan dan sumur bor.

"Ini dioptimalkan penampungan hujan skala besar ya, kurang lebih 1.000 meter kubik untuk air baku," ujarnya Selasa (6/2/2018).

Saat ini sudah pasokan ada air bersih sekitar 1000 liter per detik yang dikelola dinas setempat dengan tarif yang masih disubsidi.

Tahun ini, lanjut Sri, pihaknya mengoptimalisasi pelayanan terutama pembangunan infrastruktur sanitasi  air bersih dan infrastruktur lingkungan.

Direktur Keterpaduan Infrastruktur Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Dwityo Akoro Soeranto menuturkan bahwa Kabupaten Asmat merupakan salah wilayah yang juga terkena gizi buruk atau stunting.

Gizi buruk ini terjadi pada 1.000 hari pertama termasuk sejak bayi masih di dalam kandungan.  Hal itu dikarenakan kurangnya informasi ibu terhadap kebutuhan gizi pada bayi yang dikandung.

Selain itu, gizi buruk juga disebabkan oleh minimnya akses imunisasi dan layanan posyandu serta kualitas makanan yang tidak empat sehat lima sempurna.

"Yang terakhir ini lingkungan yang tidak sehat. Memang perlu kolaborai dengan kementerian lain. Khusus PUPR lebih ke air minum dan sanitasi," tuturnya.

Saat ini, terdapat 12 distrik dari 16 distrik di Kabupaten Asmat yang memiliki penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas).

"Dari 12 lokasi ini kami memerlukan penanganan sanitasi dan air minum enggak bisa terpisah. Kalau air besih, tapi sanitasinya enggak beres sama saja," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asmat Gizi Buruk
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top