Sail Teluk Cenderawasih Digelar 1-7 November, Geliatkan Pariwisata

Festival budaya yang menarik minat wisatawan dan akan berdampak pada sektor perdagangan serta pariwisata terutama penyediaan akomodasi dan makan- minum.
Indahnya terumbu karang di Teluk Cenderawasih./Indonesia Travel
Indahnya terumbu karang di Teluk Cenderawasih./Indonesia Travel

Bisnis.com, JAYAPURA - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Papua menyebutkan pelaksanaan Sail Teluk Cenderawasih (STC) 2023 pada 1-7 November akan meningkatkan perekonomian Papua khususnya kawasan Teluk Cenderawasih.

Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Juli Budi Winantya di Jayapura, Rabu (30/8/2023), mengatakan STC 2023 merupakan festival budaya yang menarik minat wisatawan dan akan berdampak pada sektor perdagangan serta pariwisata terutama penyediaan akomodasi dan makan- minum.

Untuk itu menggerakkan pariwisata perlu terus didorong karena dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang cukup besar.

Selain itu, pengembangan sektor pariwisata penting untuk memperkuat struktur perekonomian, sehingga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada satu sektor.

Pelaksanaan festival budaya dan pariwisata di Papua menjadi atraksi wisata yang melibatkan nilai sosial, ekonomi dan lingkungan, apalagi masing-masing daerah memiliki keunggulan destinasi wisata dengan atraksi yang melimpah, terutama wisata alam dan community-based tourism.

Walaupun demikian, kata Juli, integrasi antartitik destinasi masih belum terkoneksi sehingga lama wisatawan tinggal belum optimal.

"Perlu kerja sama dengan pelaku pariwisata demi menumbuhkan paket perjalanan wisata yang terintegrasi," harap Juli Budi Winantya.

Diakui, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan juga perlu adanya perbaikan konektivitas transportasi dan infrastruktur (jaringan telekomunikasi) di daerah wisata serta penguatan sistem informasi dan data pengunjung.

Di samping itu akomodasi yang masih terbatas sehingga perlu peningkatan kepedulian pengelola destinasi dan pengunjung untuk merawat dan menjaga fasilitas umum yang telah dibangun.

Pentingnya penetapan regulasi dan retribusi seperti tarif parkir, tiket wisata, maupun transportasi untuk mendorong pemeliharaan sarana dan prasarana di lokasi wisata sekaligus kontribusi PAD.

Selain itu promosi yang harus dioptimalkan baik oleh pemerintah maupun pengelola wisata agar menarik minat wisatawan, kata Juli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler