Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buntut Serangan KKB, Pembangunan Tower BTS Daerah Rawan di Papua Dihentikan

Pembangunan tower BTS di daerah rawan Papua dihentikan. Hal itu untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat serangan KKB.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 14 Maret 2022  |  13:31 WIB
Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Lekagak Teleggen masuk daftar DPO Polri. - Antara\r\n
Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Lekagak Teleggen masuk daftar DPO Polri. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, PAPUA - Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri meminta perusahaan PT. Palapa Timur Telematika (PTT) menghentikan pembangunan base transceiver station (BTS) di daerah rawan gangguan keamanan.

Hal itu diperlukan untuk menghindari hal yang tak diinginkan kembali terjadi.

"Memang saya sudah perintahkan untuk menghentikan pembangunan BTS di sejumlah daerah yang rawan gangguan keamanan," jelas Kapolda dalam keterangan reminya seperti dikutip Bisnis, Senin (14/3/2022).

Adapun sejumlah daerah rawan yang dimaksud, antara lain Kabupaten Puncak, Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Kabupaten Nduga.

Kapolda juga menegaskan kepada perusahaan yang mengerjakan pembangunan, bukan hanya BTS, agar memberitahukan keberadaan mereka kepada aparat kepolisian.

"Jangan datang diam-diam, iya, kalau selama pengerjaan berlangsung aman. Akan tetapi, bila sebaliknya, ada gangguan keamanan hingga menimbulkan korban jiwa," tegas Kapolda itu.

Kapolda berharap tindakan pelaporan itu dapat diterapkan oleh pihak perusahaan yang melakukan pembangunan di Papua. Jika nantinya aparat keamanan mengetahui keberadaan mereka, kemudian ada indikasi meningkatnya masalah keamanan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah agar dapat mengamankan para karyawan perusahaan tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkb polda papua menara bts
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top