Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suara Hati Korban Banjir di Kepulauan Sula Maluku Utara

Banjir disebut menghantam puluhan rumah orang dan menghanyutkan barang peralatan dapur berupa panci, parteng dan lain sebagainya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Desember 2021  |  17:06 WIB
Warga terdampak gelombang air pasang berada di pos pengungsian Panggung Ngara Lamo, Kelurahan Salero, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Kamis (9/12/2021). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate, warga pesisir Ternate yang mengungsi karena terdampak cuaca ekstrem dan gelombang air pasang sejak 4 Desember sebanyak 640 jiwa yang tersebar di tiga titik pos pengungsian. - Antara/Harmoko Minggu.
Warga terdampak gelombang air pasang berada di pos pengungsian Panggung Ngara Lamo, Kelurahan Salero, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Kamis (9/12/2021). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate, warga pesisir Ternate yang mengungsi karena terdampak cuaca ekstrem dan gelombang air pasang sejak 4 Desember sebanyak 640 jiwa yang tersebar di tiga titik pos pengungsian. - Antara/Harmoko Minggu.

Bisnis.com, TERNATE - Warga Mangoli Selatan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara (Malut) yang menjadi korban banjir meminta Pemda setempat memberi perhatiannya dengan membangun infrastruktur talud serta menyalurkan bantuan untuk kebutuhan para korban.

Perwakilan Warga Mangoli Selatan, Usman Usia dihubungi dari Ternate, Kamis (16/12/2021), mengatakan bahwa setiap musim hujan selalu terjadi banjir dan mengakibatkan rumah warga tergenang banjir.

Banjir saat ini, menghantam puluhan rumah orang dan menghanyutkan barang peralatan dapur berupa panci, parteng dan lain sebagainya.

Sehingga, Usman meminta kepada Pemda setempat untuk dapat memperhatikan, banjir yang saat terjadi di Desa Buya.

"Memang, setiap banjir tidak ada perhatian sama sekali, oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula. Oleh karena itu harus Pemda perhatikan dengan serius dan meminta kepada dinas terkait untuk bangun talud penahan banjir," ujarnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, memprediksi sebagian besar wilayah Malut pada Kamis, masih dilanda hujan dengan intensitas lebat.

Prakirawan Cuaca BMKG Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Satria Kridha Nugraha menyatakan, pihaknya telah menyampaikan imbauan ke seluruh instansi terkait, untuk mengantisipasi terjadinya banjir terutama di wilayah bantaran kali.

Dia menyatakan, peringatan dini cuaca Malut berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terutama di Kabupaten Halmahera Utara Loloda Utara, Galela Utara, Loloda Kepulauan, Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Selatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Timur Wasile, Wasile Selatan, Wasile Tengah, Wasile Utara, Wasile Timur, Maba Utara, Kabupaten Pulau Morotai Morotai Selatan Barat, Kota Tidore Kepulauan Oba Utara dan sekitarnya.

Sementara itu, Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba sebelumnya menemui ratusan pengungsi gelombang pasang cuaca ekstrem yang menimpa rumah daerah pesisir Kota Ternate pada 4 Desember 2021 lalu di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Ternate.

"Saya warga yang mengungsi dapat merasa tenang selama di pengungsian dan berharap cuaca kembali membaik, sehingga secepatnya kembali di rumah masing masing," kata Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memantau langsung lokasi talud penahan ombak di Pantai Soasio dan pelabuhan kayu speedboat di pantai kota baru yang rusak akibat ombak besar.

Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba saat meninjau lokasi pengungsian langsung menemui korban bencana dan memastikan kebutuhan mereka.

Usai menemui warga pengungsi, Gubernur langsung menyerahkan bantuan berupa beras, mie dan telur yang diterima langsung oleh Kepala BPBD Kota Ternate Arif Gani.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir maluku utara bencana alam

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top