Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dana Desa di Intan Jaya untuk Membeli Senjata

Kapolda Papua menambahkan dari keterangan para tersangka aksi jual beli senpi sudah dilakukan sejak 2017 lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 November 2020  |  09:39 WIB
Pucuk senjata yang djual ke KKB.
Pucuk senjata yang djual ke KKB.

Bisnis.com, JAYAPURA - Teka-teki sumber dana pembelian senjata Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mulai terkuak.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengatakan dana pembelian senjata dari dana desa. "Mereka dengan cara memaksa meminta dana desa yang telah dicairkan kepada kepala kampung," katanya dilansir Antara.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku hingga kini penyidik masih mengejar SK yang diduga memesan senjata api yang diamankan di Nabire.

Keberadaan SK hingga kini belum diketahui," kata Irjen Pol Waterpauw menjawab pertanyaan Antara di Jayapura, Kamis (5/11/2020).

Dia menjelaskan keterlibatan SK dalam kasus jual beli senjata api terungkap dari keterangan salah satu tersangka yang saat ini ditahan di Mapolda Papua.

Senpi tersebut dipesan sejak akhir 2019 lalu, namun sebelum diserahkan kepada SK yang mantan anggota DPRD Intan Jaya, tim gabungan TNI-Polri berhasil menggagalkannya.

Dua pucuk senpi jenis M16 dan M4 yang diduga akan memperkuat persenjataan KKB itu dibawa dari Jakarta, 21 Oktober lalu oleh Bripka MJH dan dijadwalkan diserahkan ke DC. "Tiga tersangka yang saat ini ditahan yakni Bripka MJH, DC dan FHS," kata Waterpauw.

Kapolda Papua menambahkan dari keterangan para tersangka aksi jual beli senpi sudah dilakukan sejak 2017 lalu. Tercatat tujuh kali Bripka MJH membawa senpi berbagai jenis dengan upah berkisar Rp10 juta hingga Rp30 juta per pucuk tergantung jenisnya.

Penyelidikan terkait kasus jual beli senpi itu sudah lama terhendus namun modus yang mereka lakukan cukup rapi sehingga menyebabkan anggota kesulitan mengungkapnya, aku Irjen Pol Waterpauw.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top