Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banjir dan Tanah Longsor Rusak Rumah Warga di Kota Ambon

Hujan berintensitas tinggi menjadi pemicu meluapnya Sungai Batumerah di Kota Ambon, Maluku, pada Sabtu (3/10/2020).
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Oktober 2020  |  16:04 WIB
Petugas BMKG menunjukkan area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Petugas BMKG menunjukkan area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir dan tanah longsor di Kota Ambon, Maluku, pada Sabtu (3/10/2020). Hujan yang terjadi sejak pukul 18.00 waktu setempat itu mengakibatkan Sungai Batumerah meluap.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon memantau banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIT. Genangan teridentifikasi di beberapa desa di Kecamatan Sirimau dan Baguala, Kota Ambon.

Saat terjadi banjir, tinggi genangan terpantau sekitar 50 – 100 centimeter. Namun demikian, genangan segera surut karena kondisi topografi kota yang berada di pesisir. BPBD setempat melaporkan 1 rumah rusak berat akibat banjir, sedangkan 5 lainnya rusak ringan tertimpa longsoran tanah.

Lokasi terdampak teridentifikasi berada di 4 kecamatan, yaitu Sirimau, Baguala, Nusaniwe dan Leitimur Selatan. Sebanyak 16 wilayah terdampak di tingkat administrasi desa dan kelurahan, antara lain Batumerah, Galala, Honipopu, Batu Meja, Uritetu, Hative Kecil, Ahusen, Amantelu, Batu Gajah, Negeri Lama, Latta, Passo, Mangga Dua, Kuda Mati, Urimessing dan Hutumuri.

Selain mengakibatkan kerusakan sektor pemukiman, banjir dan longsor menyebabkan warga terdampak. BPBD melaporkan 7 orang dari 6 Kepala Keluarga (KK) terdampak, sedangkan sejumlah warga 20 KK sempat dilaporkan melakukan pengungsian sementara di Gedung BLK Kota Ambon.

“Hingga hari ini, pendataan di lapangan masih berlangsung dan sebagian pengungsi mandiri telah kembali ke rumah. Peristiwa ini tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,” tulis Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui keterangan resmi Minggu (4/10/2020).

Berdasarkan keterangan tersebut, Kota Ambon termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Adapun, berdasarkan analisis InaRISk, setidaknya dua kecamatan dengan populasi terpapar sekitar 8.030 jiwa berada di wilayah dengan potensi tersebut.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dinin cuaca tiga harian, 3 – 5 Oktober 2020. Prakiraan cuaca pada Minggu dan Senin 4 dan 5 Oktober 2020, Provinsi Maluku termasuk salah satu wilayah yang berpotensi hujan lebat dan disertai petir atau kilat serta angin kencang.

“Masyarakat diimbau waspada terhadap ancaman bahaya hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Kesiapsiagaan di tingkat keluarga dengan memiliki rencana darurat keluarga sangat dibutuhkan untuk terhindar risiko bahaya, misalnya langkah sederhana untuk penyelamatan ketika banjir, upaya antisipasi untuk mematikan jaringan listrik, menentukan rute evakuasi dan titik kumpul keluarga atau menyimpan dokumen penting di tempat yang aman,” imbaunya.

Kewaspadaan dan kesiapsiagaan perlu digandakan mengingat masih terjadinya pandemi Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan Ketika warga harus melakukan evakuasi atau saat berada di pengungsian. Langkah pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan menjadi syarat mutlak sehingga terhindar dari keterpaparan Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG maluku ambon
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top