Destinasi Wisata di Wamena Tidak Terdampak Kerusuhan Papua

Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menilai sejumlah destinasi wisata di daerah Papua tidak terkena dampak dari kerusuhan yang terjadi beberapa hari lalu.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  10:51 WIB
Destinasi Wisata di Wamena Tidak Terdampak Kerusuhan Papua
Lembah Baliem - triptrus.com
Bisnis.com, JAKARTA--Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menilai sejumlah destinasi wisata di daerah Papua tidak terkena dampak dari kerusuhan yang terjadi beberapa hari lalu.
 
Menurutnya, letak obyek wisata tersebut berada di pinggir wilayah Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya Papua.
Dia menjelaskan, tempat wisata itu masih tetap eksis dan aman dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
 
"Termasuk situs Gua Kontilola dengan gambar Alien di dalamnya juga aman dari kerusuhan," tuturnya dalam keterangan resminya, Jumat (11/10).
 
Dia menyebutkan ada banyak lokasi wisata yang dapat dikunjungi wisatawan di wilayah Wamena Papua seperti berkunjung ke Suku Dani yang kini menjaga warisan leluhur seperti Mumi, rumah adat dan kehidupan tradisional Suku Dani di Wamena Papua.
 
Tidak hanya itu, menurutnya, kebun di pinggiran Wamena juga masih menghasilkan ubi jalar dan keladi, sebagai kuliner tradisional Lembah Baliem. 
 
“Lembah Baliem sendiri merupakan daerah eksotis dengan keindahan alam dan budayanya. Hanya dengan modal objek wisata budaya, alam dan produk kreatif khas Wamena maka pariwisata akan membangkitkan perekonomian Wamena yang terpuruk akibat kerusuhan,” katanya.
 
Secara terpisah, peneliti dari CSIS, Edbert Gani menyebutkan sektor pariwisata merupakan salah satu indikator menilai kemajuan pembangunan, tingkat ekonomi, dan kondisi masyarakat sebuah negara atau daerah.
 
Dia mendukung jika sektor pariwisata menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah dalam setiap upaya untuk membangun Papua.
 
"Pariwisata di Papua dalam konsep membangun provinsi itu harus didasarkan pada kriteria keberlanjutan yang intinya bahwa pembangunan dapat didukung secara ekologis dalam jangka panjang sekaligus layak secara ekonomi, adil, secara etika dan sosial masyarakat," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, destinasi wisata, wamena

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top