PUPR Selesaika Rusunawa Sekolah Guru Papua Barat

PUPR telah menyelesaikan pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Sekolah Pendidikan Guru Jemaat (SPGJ) atau Sekolah Menengah Teologi Kristen (STMK) Lahai Roi di Manokwari, Papua Barat.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 September 2019  |  14:00 WIB
PUPR Selesaika Rusunawa Sekolah Guru Papua Barat
Rusunawa Sekolah Guru Papua Barat - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) Sekolah Pendidikan Guru Jemaat (SPGJ) atau Sekolah Menengah Teologi Kristen (STMK) Lahai Roi di Manokwari, Papua Barat. 

Adapun, total anggaran untuk pembangunan hunian vertikal yang dibangun setinggi tiga lantai tersebut adalah Rp15,77 miliar.

“Kami berharap bangunan Rusunawa ini dapat segera dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh Sekolah Pendidikan Guru Jemaat (SPGJ) atau Sekolah Menengah Teologi Kristen (STMK) Lahai Roi,” ujar Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR M Hidayat melalui siaran pers, Jumat (27/9).

Selain itu, yang turut berpartisipasti dalam peresmian tersebut, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Direktur SPGJ/ SMTK Pdt Paulina Awom, dan perwakilan SNVT (Satuan Kerja Nonvertikal Tertentu) Penyediaan Perumahan Provinsi Papua Barat Dessyarmeda Killian.

Hidayat berharap, pihak SPGJ/SMTK bisa segera membuat Badan Pengelola Rusunawa sehingga pengelolaan Rusunawa dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian, mereka yang tinggal di Rusunawa dapat merasa nyaman dan ada peraturan yang mengatur bagaimana tata cara tinggal di Rusunawa.  

“Kami berharap dengan adanya Rusunawa ini dapat menambah semangat belajar peserta didik di Papua Barat,” harapnya. 

Hidayat menerangkan, Rusunawa SPGJ/ SMTK ini dibangun oleh Satuan kerja  Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR. Hunian  vertikal tersebut dibangun setinggi tiga lantai dengan tipe hunian 24 meter persegi sebanyak 37 unit.

“Nilai kontrak pembangunan Rusunawa ini adalah Rp15,77 miliar,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyatakan, Pemerintah Provinsi Papua Barat merasa sangat terbantu dengan bantuan pembangunan Rusunawa dari Kementerian PUPR untuk sekolah ini.

“Rusunawa ini merupakan bangunan yang megah dan sangat spesial bagi kami. Kami minta Kementerian PUPR jangan bosan-bosan memberikan bantuan kepada masyarakat Papua Barat,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Direktur SPGJ/SMTK Lahai Roi, Pdt Paulina Awom yang bahwa mengatakan Rusunawa tersebut akan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal bagi siswi yang menuntut ilmu di sekolah tersebut. 

“Kami juga berharap pemerintah pusat bisa memberikan lebih banyak bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sini, di antaranya seperti ruang kelas, ruang kesehatan, dan tempat ibadah,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusunawa, papua barat

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top