Mahasiswa di Ternate Tolak RUU Pertanahan

Mahasiswa yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Ternate, Maluku Utara, menolak pengesahan RUU Pertanahan dan Wujudkan Reforma Agraria Sejati.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 September 2019  |  14:10 WIB
Mahasiswa di Ternate Tolak RUU Pertanahan
Mahasiswa dari PMII Komisariat IAIN Ternate menolak pengesahan RUU Pertanahan, di Ternate, Maluku Utara. - Antara

Bisnis.com, TERNATE - Mahasiswa yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Ternate, Maluku Utara, menolak pengesahan RUU Pertanahan dan Wujudkan Reforma Agraria Sejati.

"Sebab, RUU Pertanahan tertanggal 22 Juli 2019 belum dapat menjawab masalah agraria dan kerusakan lingkungan hidup yang selalu berimbas kepada masyarakat," kata koordinator aksi Ruskam R Ahmad di Ternate, Selasa (24/9/2019).

Ia menyatakan, pemerintahan Jokowi pada awal dilantik berlandaskan prorgam Nawacita, yang dalam satu programnya ingin mengembalikan semangat UU Pokok Agraria sejati melalui tanah objek reforma agraria dengan Perpres Nomor 86/2018 tentang Reforma Agraria dengan cara legalisasi aset seluas 9 juta Hektare.

Di balik itu semua timbul masalah baru yang akan bermuara pada konflik agraria dan itu tidak terbukti dari data Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) bahwa ada 2,836 letusan konflik agraria yang memiliki lahan konflik seluas 7.572.431 Hektare selama 2007-2008.

Sehingga karena ada problem rakyat terkait pertahanan ini, maka PMII Komisariat IAIN Ternate menolak pengesahan RUU Pertanahan. Mereka mendesak pemerintah menyelesaikan konflik agraria di Indonesia.

"Tolong hentikan perampasan ruang hidup terhadap masyarakat, hentikan reklamasi dan penambangan pasir yang berdampak pada kerusakan ekologi dan lingkungan hidup, stop komersialisasi tanah yang menguntungkan pemodal," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demo, ruu pertanahan

Sumber : Antara

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top