Harga Kopra Anjlok, Petani Malut Disarankan Tanam Hortikultura

Petani kelapa di Maluku Utara (Malut) diimbau mengembangkan tanaman hortikultura sebagai sumber penghasilan alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di saat harga kopra anjlok.
Newswire | 21 Desember 2018 10:06 WIB
Proses pembuatan kopra - Antara

Bisnis.com, TERNATE – Petani kelapa di Maluku Utara (Malut) diimbau mengembangkan tanaman hortikultura sebagai sumber penghasilan alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di saat harga kopra anjlok.

"Tanaman hortikultura, khususnya sayuran bisa produksi setelah satu bulan atau dua bulan ditanam, jadi kalau harga kopra anjlok seperti sekarang ini, petani bisa mendapatkan penghasilan dari penjualan produksi tanaman itu," kata Kepala Dinas Penindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Malut, Asrul Gailea di Ternate, Jumat, seperti dilaporkan Antara.

Petani kelapa bisa memanfaatkan sela-sela lahan perkebunan kelapa sebagai lokasi untuk mengembangkan tanaman hortikultura, yang untuk meningkatkan kesuburannya dapat memanfaatkan berbagai pupuk alami yang ada di sekitarnya.

Menurut dia, pengembangan hortikultura di Malut, khususnya jenis sayuran memiliki prospek bagus karena untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah daerah seperti di Kota Ternate sebagian besar masih harus didatangkan dari luar Malut, seperti Sulawesi Utara.

Untuk itu, petani kelapa di Malut tidak perlu khawatir akan kesulitan memasarkan produksi kalau mengembangkan sayuran dan tanaman hortikultura lainnya, terutama cabai dan tomat karena kebutuhan di Malut sangat besar.

Disperindag Malut, kata Asrul Gailea, telah menyiapkan truk di sejumlah kabupaten/kota di Malut, seperti Halmahera Utara dan Halmahera Barat untuk mengangkut komoditas yang dihasilkan para petani ke daerah pemasaran.

Disperindag juga telah membangun gudang penampungan komoditas pertanian di Sofifi, yang bisa dimanfaatkan para pedagangan dan petani untuk menampung komoditas pertanian sebelum didistribusikan ke pasar.

Ia menambahkan, Disperindag Maut kini terus berbagai upaya untuk mengatasi anjloknya harga kopra di Malut, di antaranya terus melobi indutsri pengelohan kopra di Sulawesi Utara dan Jawa Timur untuk membeli kopra Malut dengan harga yang lebih tinggi.

Selain itu, memprogramkan pemberian subsidi angkutan kopra dari petani ke tujuan pemasaran, sehingga para pedagangan dan pengusaha kopra Malut bisa membeli kopra di tingkat petani dengan harga lebih tinggi, karena mereka tidak lagi terbebani dengan biaya angkutan.

Sumber : Antara

Tag : maluku utara, kopra
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top