Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjir dan Longsor di Ambon, Begini Dampaknya

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Ambon dari 19 Juni sampai 11 Juli 2022 menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  10:32 WIB
Banjir dan Longsor di Ambon, Begini Dampaknya
Hujan deras menyebabkan banjir dan tanah longsor di Kota Ambon, Provinsi Maluku. - Antara/BPBD Kota Ambon.

Banjir dan Longsor di Ambon, Begini Dampaknya

Bisnis.com, AMBON - Sebanyak 1.135 keluarga yang terdiri atas 4.706 jiwa menghadapi dampak banjir dan tanah longsor di wilayah Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala BPBD Kota Ambon Demy Paays di Ambon, Selasa (12/7/2022), mengatakan bahwa hujan deras yang mengguyur Kota Ambon dari 19 Juni sampai 11 Juli 2022 menyebabkan banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Nusaniwe, Sirimau, Teluk Ambon, Teluk Ambon Baguala, dan Leitimur Selatan.

BPBD Kota Ambon mendata 20 area terdampak banjir dan 157 titik tanah longsor di wilayah-wilayah kecamatan tersebut.

Bencana alam yang terjadi di wilayah-wilayah kecamatan itu, menurut Demy, menyebabkan 831 rumah tergenang, 79 rumah rusak, dan 97 rumah terancam kena longsoran tanah.

Selain itu, banjir menyebabkan area Rumah Sakit Oto Kwik tergenang dan tanah longsor berdampak pada bangunan tiga sekolah dasar.

Bencana alam juga menimbulkan kerusakan tanggul sungai di delapan lokasi di Negari Passo dan Air Besar serta menyebabkan kerusakan talut di badan jalan dan area permukiman di bagian wilayah Kota Ambon.

Pada Selasa pagi hujan sudah mulai reda dan banjir yang menggenangi area permukiman warga di Kota Ambon mulai surut.

Jatuh Korban Jiwa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon di Provinsi Maluku mencatat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Ambon telah menyebabkan dua orang meninggal dunia serta lima orang terluka.

Di Kota Ambon, Selasa, Kepala BPBD Kota Ambon Demy Paais mengatakan bahwa seorang anak berusia empat tahun meninggal dunia karena longsoran tanah menimpa rumahnya dan satu anak berusia tujuh tahun meninggal dunia akibat bencana banjir yang terjadi pada Jumat (8/7). ​​

Selain itu, menurut dia, bencana alam membuat dua orang dewasa dan dua anak harus menjalani rawat inap serta satu orang harus menjalani rawat jalan.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Ambon dari 19 Juni sampai 11 Juli 2022 menyebabkan banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Nusaniwe, Sirimau, Teluk Ambon, Teluk Ambon Baguala, dan Leitimur Selatan serta berdampak pada 1.135 keluarga yang terdiri atas 4.706 jiwa.

Bencana alam yang terjadi di wilayah-wilayah kecamatan itu, menurut Demy, menyebabkan 831 rumah dan satu rumah sakit tergenang, 79 rumah rusak, dan 97 rumah terancam kena longsoran tanah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana alam banjir longsor

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top