Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Festival Kampung Nelayan Tomalaou Digelar 2022

Foladomo merupakan tradisi nelayan Tomalou ketika mereka melakukan tolak perahu yang baru dibuat ke laut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Januari 2022  |  16:24 WIB
Festival Kampung Nelayan Tomalaou (FKNT) dipusatkan di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara (Malut) tahun 2021 akan diundurkan ke tahun 2022 diakibatkan kondisi Covid-19, sehingga konsep yang ditampilkan nanti adalah ritual Foladamo. - Antara/Abdul Fatah.
Festival Kampung Nelayan Tomalaou (FKNT) dipusatkan di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara (Malut) tahun 2021 akan diundurkan ke tahun 2022 diakibatkan kondisi Covid-19, sehingga konsep yang ditampilkan nanti adalah ritual Foladamo. - Antara/Abdul Fatah.

Bisnis.com, TERNATE - Festival Kampung Nelayan Tomalaou (FKNT) dipusatkan di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara (Malut) tahun 2021 akan diundurkan ke tahun 2022 akibat kondisi Covid-19, sehingga konsep yang ditampilkan nanti adalah ritual Foladamo.

"Memang, dari awal kami sudah merancang, kalaupun FKNT tahun lalu yang ditonjolkan tarian kolosal, tetapi FKNT kali ini, kami angkat tentang tarian kolosal ritual Foladamo," kata Ketua FKNT Ismanto M Saleh dihubungi, Jumat (7/1/2022).

Dia menyatakan sebenarnya secara umum konsep FKNT di tahun 2021 tidak ada perubahan, akan tetapi yang diubah konsep dasarnya supaya tidak terlihat maraton seperti di FKNT di tahun sebelumnya.

Beberapa hari lalu, panitia FKNT telah melakukan diskusi dengan dewan pakar FKNT Sofyan Daud dan dari ritual Foladomo tersebut akan ditonjolkan dalam FKNT.

"Jadi ritual tersebut dimulai dari orang Tomalou tola (tolak) perahu, pergi mancing hingga pulang, dan itu kita coba pentaskan," katanya.

Ismanto mengatakan FKNT yang kita tampilkan di tahun lalu ritual Foladamo dipakai hanya tola (tolak) perahunya saja, tetapi ceritanya terputus.

"Mestinya ada ritual-ritual lain, dimana orang Tomalou pulang memancing dan melakukan nyanyian-nyanyian ritual seperti, kabata dan sebagainya, dengan begitu, konsep tersebut tetap dijaga keasliannya, namun dengan penuh atraktif," ujarnya.

Tidak hanya itu, Ismanto menjelaskan saat ini panitia FKNT sudah menghimpun sejumlah informasi dan data tentang ritual Foladamo dari para tetua di kampung yang usianya sudah senja sebagai pelaku dalam melaksanakan ritual tersebut.

"Jadi konsep ritual Foladamo itu, kita sudah ramu dan didiskusikan dengan dewan pakar FKNT. Dan kemungkinan besar dua pekan ke depan sudah selesai dan kita coba simulasi tentang ritual Foladamo," katanya.

Menurutnya, Foladomo merupakan tradisi nelayan Tomalou ketika mereka melakukan tolak perahu yang baru dibuat ke laut. Setelah itu orang Tomalou melaksanakan ritual saat pergi dan pulang mancing dengan membawa hasil pancingan yang banyak.

Dia mencontohkan, orang Tomalou sejak dulu ketika pulang memancing dan sebelum tiba di daratan, orang Tomalou sudah tahu berapa banyak ikan berada di dalam motor laut. Hal itu, dikarenakan terdapat sandi-sandi yang terpasang melalui panji (kibaran bendera).

Oleh karena itu, apabila panji tersebut ada di tengah motor laut, maka menandakan jumlah ikan berapa banyak di dalam motor laut tersebut, dan kalaupun panji berada di belakang, maka pertanda ikan yang dibawa oleh para ABK sudah tahu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maluku nelayan

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top