Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KKB Bakar Sekolah di Beoga, Kerugian Capai Rp7,2 Miliar

Pembakaran sekolah terjadi di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak setelah peristiwa penembakan yang menewaskan dua orang guru oleh KKB.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 April 2021  |  10:52 WIB
Sebanyak 12 unit bangun sekolah dibakar KKB di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak./Antara - HO/Humas Polsek Beoga
Sebanyak 12 unit bangun sekolah dibakar KKB di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak./Antara - HO/Humas Polsek Beoga

Bisnis.com, JAYAPURA - Pembakaran sekolah di Distrik Beoga, kabupaten Puncak, Papua menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Selain pembakaran sekolah, sebelumnya dua orang guru terbunuh setelah ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait menyebutkan total kerugian atas pembakaran sekolah mencapai Rp7,2 miliar.

Pembakaran sekolah tersebut terjadi di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak setelah kejadian penembakan yang menewaskan dua orang guru oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Christian Sohilait di Jayapura, Selasa (13/4/2021), mengatakan sejak Kamis (8/4/2021) KKB sudah dua kali melakukan pembakaran fasilitas sekolah dengan total ruangan yang dibakar mencapai 12 unit.

"Pembakaran pertama dilakukan pada Kamis (7/4) sore yang menyebabkan tiga ruang SMA Negeri I Beoga hangus terbakar," katanya.

Menurut Christian, pembakaran kedua dilakukan pada Minggu (11/4) malam yang menyebabkan sembilan ruangan di SMP Negeri I Beoga juga terbakar.

"Dari sisi ekonomi, pembakaran 12 ruang sekolah tersebut telah menyebabkan kerugian dalam jumlah besar," ujarnya.

Dia menjelaskan untuk membangun satu ruang belajar mengajar di wilayah pegunungan membutuhkan biaya Rp600 juta. Sehingga, ujarnya, 12 ruang yang dibakar berarti kerugiannya sudah Rp7,2 miliar.

"Kami bingung mengapa KKB melakukan aksi pembakaran tersebut, padahal aksi tersebut bisa berakibat fatal karena anak-anak di Beoga, yang kawasan pedalaman, tidak dapat mengenyam pendidikan dengan baik," katanya lagi.

Dia menambahkan di wilayah pegunungan yang menjadi masalah utama bukan biaya, tetapi tingkat kesulitan untuk memobilisasi bahan bangunan. Semuanya harus diangkut menggunakan pesawat terbang.

"Kami berharap aparat keamanan bisa segera menindak para pelaku pembunuhan dua orang guru dan juga pelaku pembakaran fasilitas sekolah di Beoga," kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top