Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Video Kontak Tembak TNI di Intan Jaya, Warganet : Sering Terjadi Akhir-akhir Ini

Tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 September 2020  |  09:59 WIB
Korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawa menggunakan truk menuju pesawat saat evakuasi di Intan Jaya, Papua, Senin (14/9/2020). Dua tukang ojek ditembak oleh KKB di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya dan saat ini telah dibawa ke Timika untuk menjalani perawatan. - Antara/Humas Polda Papua
Korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawa menggunakan truk menuju pesawat saat evakuasi di Intan Jaya, Papua, Senin (14/9/2020). Dua tukang ojek ditembak oleh KKB di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya dan saat ini telah dibawa ke Timika untuk menjalani perawatan. - Antara/Humas Polda Papua

Bisnis.com, JAYAPURA - Warganet membagikan potongan video kontak tembak di Bandara Bilogai, Sugapa, Intan Jaya pada Jumat (25/9/2020).

Akun atas nama R Dewantoro dalam @garcondepapua menuliskan,"Sementara di tempat lain di indonesia sedang sibuk dengan covid kita di pedalaman papua sebagai petugas Bandara sibuk menghindar dari serangan kontak senjata APARAT VS KKB yang sering terjadi akhir akhir ini di kab Intan Jaya.

Sementara dilansir Antara, aparat gabungan TNI-Polri yang berada di Kabupaten Intan Jaya, Papua, saat ini melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membuat aksi melawan hukum melakukan penembakan terhadap warga sipil.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal di Kota Jayapura, Sabtu (26/9/2020), mengatakan tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.

"Pengejaran ini terkait penembakan pada Jumat (25/9) dan sementara dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam baku tembak antara tim gabungan dengan KKB," katanya.

Menurut dia, aparat gabungan TNI-Polri yang berada di Kabupaten Intan Jaya terus intens melakukan kegiatan patroli untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan yang dilakukan KKB.

"Kami berharap situasi ini dapat segera pulih dan tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan kelompok tersebut baik kepada aparat TNI-Polri maupun kepada warga sipil. Kita ingin hidup damai dengan jauh dari tindakan kekerasan apapun," katanya.

Dia juga mengajak seluruh warga yang berada di Kabupaten Intan Jaya bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpau menyatakan sejak Januari hingga September 2020 tercatat 17 kasus kekerasan yang dilakukan KKB di wilayah Kabupaten Intan Jaya.

"Dari 17 kasus kekerasan yang dilakukan menyebabkan enam orang meninggal termasuk anggota TNI. Awalnya kawasan Intan Jaya menjadi lintasan bagi KKB yang ingin ke berbagai wilayah di pegunungan termasuk Tembagapura namun kini kelompok tersebut melakukan kekerasan dan beberapa diantaranya bisa dikatakan sadis," ungkap Kapolda Papua Irjen Pol Waterpauw di Jayapura, Jumat.

Dikatakan, selain menyerang aparat keamanan dan warga sipil KKB juga membakar alat berat (excavator) dan kios.

Kapolda menyebut, tercatat ada enam kelompok KKB yang saat ini bergabung di Intan Jaya dan sudah menguasai Hipadipa dipimpin Sebinus Waker dengan senpi sebanyak 17 pucuk.

"Senjata yang diperoleh dengan merampas dari TNI-Polri itu termasuk jenis stayer yang dirampas tahun 2015 lalu," kata Irjen Pol Waterpauw.

Waterpauw yang menjabat sebagai Kapolda Papua kedua kalinya itu menduga aktifnya gangguan dari KKB akibat minimnya infrastruktur serta geografis yang bergunung-gunung hingga memudahkan saat melarikan diri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top