Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sorong Pertimbangkan Penutupan Bandara dan Pelabuhan

Masyarakat Kota Sorong diminta menaati protokol kesehatan untuk menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari penyebaran virus corona jenis baru
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 September 2020  |  06:56 WIB
Pelabuhan Sorong. - YouTube
Pelabuhan Sorong. - YouTube

Bisnis.com, SORONG - Wali Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Lambert Jitmau mengatakan bahwa penutupan Bandara Domine Eduard Osok dan Pelabuhan Kota Sorong masih dipertimbangkan sehingga belum diberlakukan di tengah peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah itu.

"Jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat namun saya masih mempertimbangkan untuk memutuskan apakah menutup bandara dan pelabuhan atau tidak," katanya di Sorong, Selasa (8/9/2020).

Dia mengatakan bahwa peningkatan dan penurunan kasus Covid-19 di Kota Sorong tergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Karena itu, ia berharap agar masyarakat Kota Sorong menaati protokol kesehatan untuk menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari penyebaran virus corona jenis baru penyebab Covid-19 itu.

Menurut dia ada informasi yang beredar bahwa bandara dan pelabuhan akan ditutup dalam waktu dekat sehingga membuat keresahan masyarakat.

Atas informasi semacam itu, wali kota menegaskan hal tidak benar karena pemerintah daerah belum mengambil keputusan.

Dikatakan bahwa penutupan bandara dan pelabuhan masih dipertimbangkan karena pemerintah harus mengambil kebijakan yang arif dan bijaksana bagi masyarakat Kota Sorong

"Kalaupun ada pembatasan akses penutupan bandara dan pelabuhan akan diberitahukan satu atau dua pekan sebelumnya kepada masyarakat," demikian Lambert Jitmau.

Sebelumnya, dua penumpang reaktif tes cepat Covid-19 lolos naik KM Sinabung dari satu pelabuhan di wilayah Sulawesi Tengah, hingga tiba di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, pada Senin.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Sorong, Herlin Sasana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu.

Dokumen hasil tes cepat Covid-19 tertulis reaktif dan tertera cap validasi kantor karantina kesehatan pelabuhan sehingga mengagetkan petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang sedang melakukan pengawasan dokumen izin masuk Kota Sorong.

Dua penumpang reaktif tes cepat Covid-19 tersebut langsung dipisahkan dari penumpang lainnya guna didata untuk dilaporkan ke puskesmas tempat tinggalnya di Pulau Doom Kota Sorong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top