Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nilai Tukar Petani di Papua Meningkat

Nilai tukar petani di Provinsi Papua pada Juni meningkat 1,46 persen. Secara keseluruhan terdapat 13 provinsi mengalami peningkatan NTP pada Juni.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  19:43 WIB
Ilustrasi rajungan yang termasuk hasil perikanan. Nilai tukar petani di Papua meningkat pada Juni di antaranya dikontribusi subsektor perikanan. - Antara
Ilustrasi rajungan yang termasuk hasil perikanan. Nilai tukar petani di Papua meningkat pada Juni di antaranya dikontribusi subsektor perikanan. - Antara

Bisnis.com, JAYAPURA – Nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Papua pada Juni 2020 meningkat 1,46 persen dengan indeks NTP sebesar 102,49, demikian data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua.

BPS Papua menyebutkan bahwa kenaikan terjadi terjadi karena indeks harga diterima petani lebih besar daripada indeks harga dibayar petani. NTP pada Juni 2020 sebesar 99,60 atau naik 0,13 persen dibandingkan dengan NTP bulan sebelumnya.

NTP Papua pada Juni 2020 menurut subsektor yaitu NTP subsektor tanaman pangan 101,43, hortikultura 102,54, tanaman perkebunan rakyat 101,20, peternakan 108,04, dan NTP subsektor perikanan 108,48. NTP subsektor perikanan kemudian diperinci menjadi NTP perikanan tangkap 108,89 dan NTP perikanan budi daya 101,61.

Dari 34 provinsi, 13 provinsi mengalami peningkatan NTP pada Juni, sedangkan NTP di 21 provinsi lainnya turun. Jambi mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 2,63 persen dan Kalimantan Barat mengalami penurunan terbesar 2,33 persen.

Untuk Pedesaan Papua pada Juni 2020 tercatat mengalami deflasi 0,31 persen. Dari 34 provinsi diketahui 24 provinsi mengalami inflasi perdesaan dan 10 provinsi lainnya deflasi perdesaan.

Inflasi perdesaan tertinggi terjadi di Sulawesi Utara yaitu 0,91 persen dan deflasi perdesaan terbesar terjadi di Sumatra Barat yaitu 0,63 persen.

Seme ntara itu, nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) Papua pada Juni 2020 adalah 105,33 atau naik 1,16 persen.

Salah seorang petani Jayapura, Masno, mengakui selama pandemi Covid-19, hasil kebun sayur mayur melimpah, sehingga bisa meningkatkan penghasilan keluarga.

"Beragam hasil panen sayur mayur dan buah-buahan dari kebun petani dijual di pasar dapat mendongrak peningkatan penghasilan kebun," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan papua nilai tukar petani

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top