Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pergerakan Harga Sembako di Papua Dipantau Ketat

Direktorat Reskrimsus Polda Papua melaksanakan pengecekan harga kebutuhan bahan pokok di pasar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 April 2020  |  16:17 WIB
Dua kendaraan ekspedisi terparkir di depan sebuah ruko jasa pengiriman barang yang tutup di Kota Sorong, Papua Barat, Sabtu (4/4/2020). Dampak diberlakukannya Karantina Wilayah penanggulangan COVID-19 di Kota Sorong sejak 30 Maret 2020, aktivitas jasa pengiriman barang ikut terhenti yang mengakibatkan kenaikan harga sejumlah komoditi. - Antara/Olha Mulalinda
Dua kendaraan ekspedisi terparkir di depan sebuah ruko jasa pengiriman barang yang tutup di Kota Sorong, Papua Barat, Sabtu (4/4/2020). Dampak diberlakukannya Karantina Wilayah penanggulangan COVID-19 di Kota Sorong sejak 30 Maret 2020, aktivitas jasa pengiriman barang ikut terhenti yang mengakibatkan kenaikan harga sejumlah komoditi. - Antara/Olha Mulalinda

Bisnis.com, JAYAPURA - Direktorat Reskrimsus Polda Papua melaksanakan pengecekan harga kebutuhan bahan pokok di pasar sentral Hamadi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Kegiatan ini dipimpin oleh Direktur Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh yang juga menggandeng anggota DPRP Mustakim HR, Kepala Disperindagkop Provinsi Papua Ladwani Ladamail dan sejumlah personel Reskrimsus Polda Papua.

"Kegiatan pengecekan harga sembako ini dimaksudkan apa yang menjadi keluhan dari masyarakat bahwa harga dari kebutuhan bahan pokok yang terlampau tinggi dapat kembali normal, nantinya kita akan memberi penjelasan kepada para penjual termasuk distributor bahwa masalah ini bukan sebatas masalah lokal namun mencakup masalah global sehingga kita seharusnya menjadi lebih berempati," katanya di Jayapura, Rabu (8/4/2020).

Ia berharap harga sembako tidak terlampau tinggi hingga membuat warga menjerit.

"Jangan sampai kita menari-nari diatas penderitaan orang lain kita harus sama-sama merasakan kesedihan dengan adanya masalah ini," katanya.

Sebagai langkah awal akan lakukan dengan tindakan preemtif dan preventif akan tetapi apabila langkah tersebut tidak diindahkan oleh para penjual maupun distributor maka akan dilakukan tindakan tegas terukur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top