Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebih Dari 100 Guru Masih Mengungsi ke Luar Wamena

Sekitar lebih dari 100 guru masih mengungsi ke luar Wamena, Papua akibat kerusuhan yang terjadi di wilayah itu pada 23 September 2019
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  00:35 WIB
Pengungsi korban konflik di Wamena turun dari pesawat setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Sebanyak 51 korban konflik di Wamena tersebut dievakuasi dengan menggunakan pesawat Hercules C130 milik TNI Angkatan Udara.  - Antara
Pengungsi korban konflik di Wamena turun dari pesawat setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Sebanyak 51 korban konflik di Wamena tersebut dievakuasi dengan menggunakan pesawat Hercules C130 milik TNI Angkatan Udara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sekitar lebih dari 100 guru masih mengungsi ke luar Wamena, Papua akibat kerusuhan yang terjadi di wilayah itu pada 23 September 2019.

Seperti diketahui, Wamena baru saja dilanda kerusuhan yang mengakibatkan lebih dari tiga puluh orang tewas. Kerusuhan itu mengakibatkan kegiatan belajar mengajar di Wamena sempat terhenti karena bangunan sekolah yang rusak serta guru dan siswa yang mengungsi ke luar Wamena.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala SMPN 2 Wamena Kornae Paragaje dalam keterangan tertulis yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 5 guru SD, 60 guru SMP, 59 guru SMA, dan 30 guru SMK masih mengungsi ke luar Wamena.

Kornae Paragaje mengatakan, para guru dan siswa merasa ketakutan hingga mengungsi ke luar Kota Wamena, seperti Jayapura, Merauke hingga luar Papua pada saat konflik terjadi.

"Kejadian tanggal 23 September itu, membuat kami, semua guru dan siswa semua lari. Dari 30 guru yang ada di sekolah kami, saat ini hanya 10 guru yang tersisa. Sekolah kita dirusak, semua kaca-kaca dikasih hancur," ungkap Kornae seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (15/10/2019)

Di samping itu, dari 50 satuan pendidikan yang ada, 23 di antaranya mengalami kerusakan. Sarana dan prasarana 5 SD, 10 SMP, 5 SMA dan 3 SMK rusak akibat kerusuhan di Wamena.

Kerusakan meliputi ringan dan sedang, seperti kaca jendela ruang kelas, pintu, papan nama sekolah. Selain itu, satu gedung ruang kepala SMP YPPK St. Thomas dilaporkan habis dibakar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berkomitmen merehabilitasi sekolah-sekolah yang rusak akibat kerusuhan di Wamena, Papua untuk menjamin proses belajar mengajar di sekolah.

Muhadjir memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) telah kembali normal pasca konflik sosial di Wamena, Papua. Muhadjir mengapresiasi kembali terselenggaranya KBM di beberapa sekolah yang dikunjunginya. Penyelenggaraan kembali KBM itu sejalan dengan instruksi Bupati Jayawijaya, Jhon Robert Banoa, harus sudah dimulai pada 7 Oktober 2019.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas kerja kerasnya, kerusuhan pada tanggal 23 September sudah bisa diatasi, dan lebih khusus, anak-anak sudah bisa bersekolah seperti biasa," kata Muhadjir di tengah-tengah masyarakat Wamena yang hadir di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Neheri 2 Wamena seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud wamena
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top