700 Mahasiswa Papua Pulang ke Jayapura, Uncen Tak Bisa Tampung

Kepulangan ratusan mahasiswa itu sangat disayangkan karena akan berdampak kepada masa depan mereka sendiri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 September 2019  |  18:06 WIB
700 Mahasiswa Papua Pulang ke Jayapura, Uncen Tak Bisa Tampung
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa, Pelajar dan Masyarakat Papua (IMMAPA) Bali mengikuti aksi damai di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Kamis (22/8/2019). - Antara

Bisnis.com, JAYAPURA – Tercatat 700 mahasiswa asal Papua yang sebelumnya kuliah di berbagai perguruan tinggi di Tanah Air pulang dan berada di Jayapura.

Kepulangan ratusan mahasiswa itu sangat disayangkan karena akan berdampak kepada masa depan mereka sendiri.

“Sekitar 700 mahasiswa yang sudah pulang itu terbanyak yang kuliah di Manado,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja seusai melakukan pertemuan dengan Rektor Uncen dan Purek III USTJ di Jayapura, Senin (9/9/2019).

Menurutnya, Kapolri sendiri sudah menyampaikan kepada seluruh kapolda agar memberikan jaminan keamanan kepada mahasiswa sehingga mereka tetap berkuliah dengan aman hingga selesai.

“Mahasiswa jangan menjadi korban dari kepentingan elite-elite atau kelompok tertentu karena sangat kecil kemungkinan mereka dapat melanjutkan pendidikannya di berbagai perguruan tinggi yang ada di Papua,” kata Rodja.

Ia mengajak mahasiswa yang masih berada di berbagai kota di Indonesia agar tetap melanjutkan pendidikannya dan tidak terpengaruh karena keamanan mereka dijamin seperti halnya mahasiswa lainnya. Menurutnya, mahasiswa Papua tidak usah takut dan bisa terus melanjutkan aktivitas belajar seperti biasa.

Sementara itu, Rektor Universitas Cenderawasih Apolo Safanpo mengakui, mahasiswa asal Papua yang saat ini kembali sulit untuk melanjutkan kuliahnya di Uncen atau perguruan tinggi lainnya.

“Sangat kecil kemungkinan mahasiswa yang sebelumnya kuliah di berbagai kota di Indonesia bisa melanjutkan studinya diberbagai perguruan tinggi di Papua,” kata Apolo.

Menurutnya, daya tampung Uncen sendiri terbatas, bahkan saat ini dipaksakan agar dapat menerima 6.000 mahasiswa dari daya tampung hanya 4.000 mahasiswa.

Selain daya tampung terbatas, untuk pindah kampus ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi mahasiswa yang bersangkutan.

Purek III Universitas Sains dan Tehnologi Jayapura (USTJ) Isak Rumbarar membenarkan bahwa tak mudah bagi mahasiswa pindah kampus. Pihaknya pun sudah minta Kapolda Papua memfasilitasi dilakukannya pertemuan dengan gubernur, bupati dan forkopimda guna mencari solusi untuk mengatasi persoalan mahasiswa Papua yang Pulang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua

Sumber : Antara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top