Kepala Suku Biak Dukung Penindakan Terhadap Pelaku Kericuhan di Manokwari

Oleh karena itu, Suku Biak mendukung proses hukum oleh aparat Kepolisian terhadap pelaku tindak kejahatan yang terjadi pada kericuhan di Manokwari, Papua Barat, 19 Agustus lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 September 2019  |  12:59 WIB
Kepala Suku Biak Dukung Penindakan Terhadap Pelaku Kericuhan di Manokwari
Petugas INAFIS Mabes Polri bersama Polda Papua Barat melakukan olah tempat kejadian perkara pembakaran kantor DPRD Provinsi Papua Barat di Manokwari, Papua Barat, Selasa (27/8/2019). - ANTARA / Toyiban

Bisnis.com, MANOKWARI - Aksi anarkis berujung pembakaran, perusakan, dan penjarahan disesalkan oleh Suku Biak.

Oleh karena itu, Suku Biak mendukung proses hukum oleh aparat Kepolisian terhadap pelaku tindak kejahatan yang terjadi pada kericuhan di Manokwari, Papua Barat, 19 Agustus lalu.

Kepala Suku Biak di Manokwari Petrus Makbon di Manokwari, Kamis (5/9/2019), mengatakan bahwa pihaknya turut mengutuk aksi anarkis yang berujung pada pembakaran, perusakan, dan penjarahan tersebut.

Ia pun mempersilakan Polisi memproses warganya jika ada yang terlibat dalam kericuhan tersebut.

Pada pertemuan antara Suku Arfak dan Suku Biak di Manokwari, Petrus menyampaikan permohonan maaf jika ada warganya yang terlibat dalam kericuhan. Tindakan mereka di luar dari kendali para orang tua, tokoh serta kepala Suku Biak.

"Manokwari adalah rumah kita bersama, kami berterima kasih karena diterima dengan baik. Maka, jika ada anak-anak kami terlibat dalam perusakan, pembakaran, dan penjarahan, silakan diproses hukum," kata Makbon.

Suku Biak pun berkomitmen menjaga situasi Manokwari agar terus aman dan damai untuk setiap orang yang datang.

Ia berharap peristiwa 19 Agustus itu yang terakhir di Manokwari.

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan bersyukur tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu.

Demas Paulus Mandacan menyampaikan terima kasih kepada aparat penegak pengamanan yang mampu mengamankan aksi dengan mengedepankan keselamatan warganya.

"Biar sudah banyak fasilitas gedung milik pemerintah dan swasta yang rusak, kami bersyukur tidak ada korban jiwa," kata Bupati.

Ia juga berharap kejadian ini yang terakhir di Manokwari. Peristiwa tersebut membawa dampak negatif pada aktivitas masyarakat dan pemerintahan.

"Layanan pemerintah tidak berjalan normal karena pegawai takut ke kantor. Begitu pula, anak-anak sekolah dan guru. Maka, saya mengajak semua pihak untuk menjaga sama-sama Manokwari agar terus kondusif," kata Bupati lagi.

"Demo silakan tetapi jangan merusak. Akibat kerusakan ini membuat kita harus mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit nilainya," pungkas Bupati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manokwari, papua barat

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top