Renovasi Pascarusuh Jayapura Dianggarkan Rp100 Miliar

Rp100 miliar untuk renovasi atau pembangunan khusus perkantoran yang terdampak pascarusuh yang terjadi di Jayapura, Kamis (29/8/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 September 2019  |  18:31 WIB
Renovasi Pascarusuh Jayapura Dianggarkan Rp100 Miliar
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua kiri) menuruni tangga pesawat ketika tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (3/9/2019). Kapolri dan Panglima TNI akan berkantor di Papua hingga kondisi Papua kondusif. - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAYAPURA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp100 miliar untuk renovasi atau pembangunan khusus perkantoran yang terdampak pascarusuh yang terjadi di Jayapura, Kamis (29/8/2019).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada Antara di Jayapura, Selasa (3/9/2019) mengatakan anggaran sebesar Rp100 miliar ini akan digunakan untuk membangun kembali perkantoran di mana dimulai pada pekan mendatang.

"Jadi kami harap minggu ini semua sudah bersih sehingga pekan depan sudah mulai membangun kembali," katanya.

Menurut Basuki, dana Rp100 miliar untuk pembangunan kembali perkantoran yang terdampak pascarusuh di Jayapura ini akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) 2019.

"Anggaran Rp100 miliar ini sudah dihitung oleh Balai Cipta Karya Papua dan disesuaikan dengan tingkal kemahalan di Bumi Cenderawasih," ujarnya.

Dia menjelaskan perkantoran yang terdampak paling parah dari aksi unjuk rasa berbuntut rusuh ini adalah Kantor KPU Provinsi Papua dan Kantor Bea Cukai Jayapura.

"Kedua perkantoran ini akan menelan anggaran paling banyak karena misalnya untuk KPU, Gubernur Papua meminta untuk dibangun dua lantai sedangkan Bea Cukai strukturnya terdampak parah sehingga harus dirubuhkan dan dibangun ulang," katanya lagi.

Dia menambahkan untuk lamanya pembangunan, bagi perkantoran yang hanya memperbaiki maka hanya membutuhkan satu atau dua bulan, sedangkan yang parah dan harus dibangun ulang membutuhkan waktu sekitar enam bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top