PUPR Lakukan Upaya Tanggap Darurat Pascagempa di Halmahera Selatan

Gempa yang mengguncang beberapa kali mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  06:22 WIB
PUPR Lakukan Upaya Tanggap Darurat Pascagempa di Halmahera Selatan
Bangunan rusak akibat gempa di Desa Gane Dalam, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (15/7/2019). - ANTARA/Safri

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus melakukan penanganan tanggap darurat pascabencana gempa di Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara yang terjadi pada 14 Juli 2019.

Gempa yang mengguncang beberapa kali mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Bantuan tanggap darurat disalurkan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya berupa layanan air bersih dan sanitasi, termasuk fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat ke lokasi-lokasi pengungsian korban bencana gempa di Kabupaten Halmahera Selatan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi. 

“Kami sangat concern dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian. Kami juga manfaatkan IPA [instalasi pengolahan air minum] terdekat maupun IPA mobile untuk menyuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian,” katanya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (17/7/2019).

Bantuan secara bertahap disalurkan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara sejak 15 Juli 2019. Peralatan yang digunakan berupa 1 unit mobil tangki air, 2 unit WC darurat, 2 unit tangki profil, 1 unit genset, dan 5 unit tenda darurat. Seluruh peralatan didistribusikan langsung ke lokasi terdampak bencana.

Dari hasil identifikasi sementara berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, kerusakan rumah warga tersebar di sejumlah desa di wilayah Gane dan Bacan di antaranya di Desa Ranga-Ranga 300 unit,  Desa Gane Dalam  380 unit, Desa Sawat  6 unit,  Desa Gaimu  10 unit, Desa Kuo  10 unit, Desa Liaro  20 unit,  Desa Tomara  40 unit, dan  Desa Tanjung  Jere 2 unit.

Gempa juga menyebabkan 2 sekolah dan 1 rumah ibadah di Desa Ranga-Ranga rusak berat dan 3 sekolah serta 1 masjid di Desa Gane rusak berat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa, halmahera

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top