Harga Telur Ayam di Ambon Bergerak Turun

Harga telur ayam ras yang ditawarkan para pedagang di pasar tradisional Kota Ambon, Maluku, 3 hari menjelang akhir tahun 2018 mulai bergerak turun.
Newswire | 28 Desember 2018 11:49 WIB
Pekerja memilah telur ayam. - Antara/M. Agung Rajasa

Bisnis.com, AMBON – Harga telur ayam ras yang ditawarkan para pedagang di pasar tradisional Kota Ambon, Maluku, 3 hari menjelang akhir tahun 2018 mulai bergerak turun jika dibandingkan dengan 2 hari sebelumnya.

"Di Pasar Mardika sekarang telur ayam ras cukup banyak, bahkan harganya turun rata-rata Rp1.700 per butir turun dari sebelumnya Rp1.900 hingga Rp2.000 per /butir," kata Rustam, pedagang telur ayam ras, pada Jumat (28/12/2018).

Dia menjelaskan kalaupun ada yang menjual dengan harga Rp1.800/butir, itu disebabkan mereka memisahkan telur ayam sesuai ukuran, jadi kalau yang kecil dijual dengan harga Rp1.700, maka yang besar Rp1.800 hingga Rp1.900 per butir.

Selain itu, para pedagang mencari sedikit keuntungan guna menutupi beberapa buah telur yang rusak pada saat membeli dari agen pemasok, jadi di dalam satu ikat yang berisikan 180 butir telur sudah pasti ada saja yang rusak baik pecah maupun busuk.

"Pokoknya sekarang ini harga telur ayam ras cukup murah, disebabkan stoknya cukup banyak," ujar Rustam.

Wenda, pengusaha warung makan yang berlokasi di samping salah satu sekolah tingkat SMA di Kota Ambon, ketika ditemui sedang membeli tiga rak (satu rak 30 butir), dengan harga Rp51.000 per rak mengatakan, telur saat ini sudah cukup murah dan terlihat dimana-mana, bahkan harga yang dipatok sekarang ini sudah turun dari sebelumnya.

"Sebelum Natal harga telur mencapai Rp2.000 per butir, terpaksa usaha nasi kuning saya hanya nasi ikan, sebab tidak ada telur. Kalaupun ada telur rasanya rugi, kemudian kalau dijual nasi kuning telur pasti penggemar berkurang," ujarnya.

Sekarang, lanjutnya, masih ada 3 hari kedepan sebelum warga Ambon merayakan tahun baru dia bisa berjualan nasi kuning lagi.

Sumber : Antara

Tag : telur, maluku
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top