Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuota BBM di Lanny Jaya, Papua, Diserobot Mafia Minyak

Mafia bahan bakar minyak merenggut kuota BBM untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya, Papua.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2018  |  14:58 WIB
Ilustrasi: Awak mobil tangki (AMT) bersiap melakukan pengisian bahan bakar minyak ke dalam mobil tangki Pertamina di Terminal BBM Jakarta Group Plumpang, Jakarta Utara, Senin (27/11). - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi: Awak mobil tangki (AMT) bersiap melakukan pengisian bahan bakar minyak ke dalam mobil tangki Pertamina di Terminal BBM Jakarta Group Plumpang, Jakarta Utara, Senin (27/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, WAMENA - Kuota bahan bakar minyak di Kabupaten Lanny Jaya, Papua, tidak seluruhnya bisa dinikmati masyarakat. 

Pasalnya, mafia bahan bakar minyak merenggut kuota BBM untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya, Papua.

Sekda Lanny Jaya  Christian Sohilait, Selasa (11/9/2019) mengatakan bahwa kuota BBM sebulan sebanyak 28.000 kiloliter. Akan tetapi, yang diterima bervariasi, mulai 8.000 kl hingga 12.000 kl.

"Kuotanya yang masalah karena data kuota Pertamina tidak sesuai dengan data di lapangan. Saya tidak tahu masalahnya ada di mana? Apakah Pertamina atau saat distribusi?" kata Christian Sohilait di Lanny Jaya.

Sekda mengaku sudah melakukan rapat sebanyak dua kali dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lanny Jaya terkait kekurangan kuota BBM. Namun, belum ada jalan keluar. Bahkan, mereka juga belum mengetahui siapa oknum yang bermain hingga menyebabkan kuota berkurang.

"Saya imbau mafia yang bermain BBM, mungkin sekarang saudara bebas tetapi satu waktu akan tertangkap," ujarnya.

Kabupaten Lanny Jaya baru memiliki satu agen premium dan minyak solar (APMS) di Distrik Pirime yang diresmikan sekitar 4 bulan lalu. Harga penjualan minyak di sana sesuai dengan BBM satu harga.

APMS yang dipagari seng itu, menurut dia, tidak semewah yang berada di kabupaten lain. Namun, Lanny Jaya sudah menerapkan BBM satu harga.

"Dahulu Rp150 ribu per liter. Sekarang sudah satu harga. Sudah stabil setelah kami jemput bola untuk peresmian APMS yang di Pirime," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuota bbm papua bbm satu harga

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top