Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Permintaan Bahan Bakar Kapal Penumpang di Papua Naik 24,7%

Kenaikan permintaan BBM tersebut dikarenakan kondisi geografis di wilayah kerjanya banyak yang menggunakan kapal sehingga konsumsi naik 24,7%.B
Kapal wisata asing saat bersandar di Pelabuhan Jayapura, Selasa (26/3/2024)./Antara-Pelindo Jayapura.
Kapal wisata asing saat bersandar di Pelabuhan Jayapura, Selasa (26/3/2024)./Antara-Pelindo Jayapura.

Bisnis.com, JAYAPURA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengatakan, menjelang Idulfitri 2024 permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kapal penumpang naik 24,7 persen dengan ketahanan stok hingga 20 hari ke depan.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Sunardi di Jayapura, Selasa (26/3/2024), mengatakan untuk itu pihaknya membentuk satuan tugas Ramadhan dan Idulfitri 2024 yang bertugas mulai dari 25 Maret hingga 21 April 2024.

“Kenaikan tersebut dikarenakan kondisi geografis di wilayah kerjanya banyak yang menggunakan kapal sehingga konsumsi naik 24,7 persen," katanya.

Menurut Sunardi, pihaknya terus memastikan BBM di wilayah kerja dalam kondisi aman seperti produk kerosene/minyak tanah mampu bertahan hingga 28 hari ke depan, dan produk avtur hingga 36 hari ke depan.

Kemudian produk bio solar hingga 21 hari ke depan, pertalite sampai 20 hari mendatang, pertamax hingga 23 hari ke depan dan produk pertamina dex hingga 62 hari ke depan.

Dia menjelaskan sebagai upaya pengamanan penyaluran BBM, Pertamina juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan (Dishub), Kepolisian Daerah (Polda) dan TNI untuk memastikan kelancaran penyaluran kepada masyarakat.

"Tidak hanya itu pihaknya juga menyiagakan beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Ambon, Maluku, Papua Barat dan Papua," katanya.

Dia menambahkan bagi masyarakat dan pelanggan setia Pertamina yang membutuhkan informasi terkait produk dari Pertamina, dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center di nomor 135 atau melalui aplikasi MyPertamina.

Dalam perkembangan lain, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Jayapura mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui wisata kapal asing ke Bumi Cenderawasih.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional IV Cabang Jayapura, I Nengah Suryana Jendra di Jayapura, Selasa, mengatakan dari Januari hingga Maret kapal asing yang masuk baru dua untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar terus bersama mempromosikan wisata Papua ke manca negara.

“Hari ini satu kapal asing yang masuk adalah kapal bendera Prancis, dengan muatan kurang lebih 160 turis asing yang datang dengan tujuan wisata Dimana sebelumnya para turis ini berlayar dari Pelabuhan Wewak PNG,” katanya.

Menurut Nengah, sebelumnya pada awal 2024 ini juga sudah ada tiga kapal asing yang masuk, yaitu kapal satu aspal dan dua kapal pesiar untuk itu pihaknya terus melakukan pembenahan fasilitas sehingga para wisatawan bisa nyaman saat mengunjungi Pelabuhan Jayapura.

“Kami terus melakukan pembenahan fasilitas guna memberikan rasa nyaman kepada para pengunjung dari negara luar,” ujarnya.

Dia menjelaskan dengan adanya kunjungan kapal asing ini maka trafik kapal semakin meningkat tentunya dermaga bakal lebih optimal mulai dari sisi kinerja operasional maupun dari sisi keuangan karena dengan masuknya kapal asing ini dapat menjadi PAD bagi Pelindo dan Pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler