Pelayaran Kapal Perintis di Ambon Tertunda Akibat Cuaca Buruk

Penundaan berlayar disampaikan setelah peringatan cuaca buruk yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon.
Sejumlah kapal perintis mulai bersandar untuk mengangkut barang dan penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon, Maluku, Kamis (2/9/2021)./Antara-FB Anggoro.
Sejumlah kapal perintis mulai bersandar untuk mengangkut barang dan penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon, Maluku, Kamis (2/9/2021)./Antara-FB Anggoro.

Bisnis.com, AMBON - Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Ambon menunda sementara aktivitas berlayar kapal perintis muatan penumpang akibat cuaca buruk yang melanda sejumlah perairan di Provinsi Maluku.

"Kami menunda aktifitas pelayaran dua kapal perintis yakni Express Bahari 1E tujuan Namlea Buru, dan KM Sabuk Nusantara 34 menuju wilayah Tenggara Maluku, karena kondisi cuaca laut yang buruk," kata Pelaksana Harian keselamatan berlayar KSOP kelas 1 Ambon, Manson Sitio, Rabu (13/7/2022).

Ia mengatakan, penundaan berlayar disampaikan setelah peringatan cuaca buruk yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon.

Penundaan berlayar, berlaku bagi kapal penumpang dengan bobot kecil hingga sedang gross tonnage (GT) atau kapal perintis, demi keselamatan dan keamanan pelayaran kapal serta penumpang.

"Sedangkan kapal kargo, tanker Pertamina dan kapal Pelni kita ijinkan untuk berlayar," katanya.

Dijelaskannya, penundaan pelayaran kapal penumpang telah diberlakukan sejak 13 Juni 2022. KSOP belum mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kepada kapal Perintis yang melayani pelayaran antar kabupaten di Maluku.

"Batas waktunya kami menyesuaikan imbauan cuaca ekstrim yang dikeluarkan BMKG, " ujarnya.

Peringatan pelayaran berdasarkan laporan perkembangan cuaca dari BMKG Stasiun Meterologi Maritim Ambon dan terus diperbarui setiap hari.

"Kami mengimbau kapal perintis untuk memperhatikan kondisi cuaca dan memastikan apakah bisa berlayar atau tidak, demi keselamatan bersama," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler