Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konvoi Penggemar Copa America Tak Indahkan Protokol Kesehatan

Sebagian besar peserta konvensi kendaraan bermotor terlihat membawa bendera Brazil dan Argentina yang berlaga pada babak final Copa America tersebut.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 11 Juli 2021  |  15:56 WIB
Penggemar Piala Copa America di kota Sorong saat melakukan konvoi kendaraan bermotor mengabaikan protokol kesehatan, Ahad (11/7). - Antara/Ernes Broning Kakisina.
Penggemar Piala Copa America di kota Sorong saat melakukan konvoi kendaraan bermotor mengabaikan protokol kesehatan, Ahad (11/7). - Antara/Ernes Broning Kakisina.

Bisnis.com, SORONG — Ratusan penggemar Piala Copa America di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, melakukan konvoi kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat keliling kota sambil membawa bendera negara kebanggaannya.

Pantauan Antara di kawasan Malanu dan kilometer delapan kota Sorong, Minggu (11/7/2021), ratusan sepeda motor yang sebagian besar adalah anak-anak muda tersebut konvoi dengan membawa berbagai bendera negara yang berlaga di Piala Copa America.

Sebagian besar peserta konvensi kendaraan bermotor terlihat membawa bendera Brazil dan Argentina yang berlaga pada babak final Copa America tersebut.

Aksi ratusan sepeda motor penggemar Piala Copa America tersebut mengganggu pengendara jalan lainnya sebab mereka ugal-ugalan bahkan ada pula yang melakukan atraksi pengendara sepeda motor dengan mengangkat satu ban motor.

Selain itu, ratusan penggemar Piala Copa America yang melakukan konvoi kendaraan bermotor roda dua tersebut, tidak menggunakan masker mengabaikan protokol kesehatan (prokes) yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami harapkan aparat Kepolisian dan TNI agar menindak tegas aksi konvoi penggemar Piala Copa America yang mengganggu pengguna jalan lainnya," ujar Johan pengendara motor yang terganggu dengan aksi ugal-ugalan konvoi penggemar Piala Copa America.

Aksi ugal-ugalan konvoi kendaraan bermotor roda dua penggemar Piala Copa America tersebut bertolak belakang dengan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Wali Kota Sorong Lambert Jitmau dalam setiap kegiatan selalu menghimbau masyarakat agar patuhi protokol kesehatan untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Aparat kepolisian membubarkan konvoi ribuan pendukung Timnas Argentina di sepanjang jalan utama Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Minggu, usai laga final Copa America yang dimenangkan Argentina atas Brasil dengan skor 1-0.

"Kami menyayangkan adanya konvoi dan euforia ditunjukkan pendukung Argentina saat memenangkan Copa America dan aparat kepolisian harus membubarkan, karena kerumunan ini berpotensi meningkatkan jumlah Covid-19 di Kota Ternate," kata Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada kepada Antara, Minggu.

Aparat kepolisian bersama petugas gabungan dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polda Malut dan Polres Ternate membubarkan konvoi pendukung tim Argentina di sejumlah ruas jalan di Kota Ternate, seperti kawasan Tapak, Lapangan Ngaralamo, Kantor Wali Kota Ternate hingga jalan menuju Bandara Sultan Baabullah Ternate.

Bahkan, petugas gabungan satlantas sejak pagi telah berpatroli pada sejumlah kawasan di Ternate, untuk mengawasi adanya konvoi massa yang merupakan pendukung tim Argentina di Copa America.

Untuk itu, Kapolres AKBP Aditya Laksimada mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama pencinta sepak bola untuk tidak terulang lagi melakukan konvoi, apalagi final Euro antara Italia versus Inggris akan berlangsung Senin dini hari, sehingga, polisi akan membubarkan warga yang menggelar konvoi maupun nonton bareng, karena dikhawatirkan kasus Covid-19 makin meningkat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maluku papua copa america
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top