Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stok Kebutuhan Pokok di Maluku Aman Hingga 2 Bulan

Stok bahan pokok di Provinsi Maluku mencapai sedikitnya 2 bulan ke depan, sehingga aman selama bulan puasa hingga Idulfitri. Namun, harga cabai meningkat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 April 2021  |  02:08 WIB
Ilustrasi pedagang cabai menata barang dagangannya./Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi pedagang cabai menata barang dagangannya./Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, AMBON – Pemprov Maluku menegaskan bahwa menjelang Ramadan, stok kebutuhan pokok masyarakat di provinsi tersebut tersedia dengan jumlah aman.

"Kebutuhan pokok masyarakat terjamin, sesuai dengan hasil rapat koordinasi Disperindag Maluku dengan Perindag kota dan kabupaten, para distributor dan pemangku kepentingan lainnya. Intinya, kita bahas persiapan stok kebutuhan pokok menghadapi bulan puasa sampai Idulfitri," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Poly Jamlean.

Dia mengemukakan Dinas Perhubungan pun sudah diajak bicara terkait arus transportasi dari Pulau Jawa, maupun dari Ambon ke kabupaten/kota lainnya di daerah ini.

"Jadi, kebutuhan pokok masyarakat dalam jumlah yang cukup, ketahanannya di tingkat distributor terutama komoditas atau kebutuhan pokok rata-rata bisa mengisi permintaan pasar hingga 2 bulan ke depan, itu berarti dari bulan puasa sampai dengan Lebaran kebutuhan pokok bisa terpenuhi," ujarnya.

Dia menambahkan informasi dari Bulog Maluku dalam rapat itu tercatat beras sebanyak 8.000 ton dan bisa mengisi permintaan sampai dengan 5 bulan ke depan, kemudian minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu rata-rata untuk 2 bulan.

"Prinsipnya adalah persediaan kebutuhan pokok masyarakat baik untuk menghadapi bulan puasa sampai Idulfitri yang ada di gudang-gudang Bulog mencukupi," kata Poly.

Selain itu, transportasi laut yang mengangkut kebutuhan pokok dari luar daerah setiap pekan tetap terpantau berjalan lancar.

Poly juga mengakui dalam rapat koordinasi itu ada laporan terkait ketersediaan cabai merah biasa terutama di Pulau Buru sebagai sentra produksi ternyata harganya masih tergolong tinggi yakni Rp80.000 per kg, sedangkan kabupaten lainnya terbilang aman sesuai dengan kebutuhan.

Sesuai dengan laporan dari Kadis Perindag Kabupaten Buru mahalnya harga cabai saat ini karena sekarang ini kawasan Pulau Buru pada umumnya mengalami musim hujan membuat banyak tanaman cabai yang rusak mengakibatkan harga cabai bergerak naik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maluku bahan pokok

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top