Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kementerian LHK Bakal Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Papua

Tanaman ini akan digunakan untuk merehablitasi hutan mangrove di seluruh wilayah Papua. Namun, pada tahun ini terbatas pada tiga kabupaten.
Hutan Mangrove. /KKP
Hutan Mangrove. /KKP

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencanangkan program penanaman 5.000 bibit mangrove di sejumlah wilayah Provinsi Papua pada 2021.

"Penanaman bibit mangrove sudah menjadi program dari dari Kementerian LHK tahun ini," kata Kepala Dinas Kehutanan Papua Yan Yaap Ormuseray di Jayapura pada laman Pemprov Papua dikutip Antara, Minggu (31/1/2021).

Yan mengatakan tanaman ini akan digunakan untuk merehablitasi hutan mangrove di seluruh wilayah Papua. Namun, pada tahun ini terbatas pada tiga kabupaten.

Ia menyebut daerah yang menjadi sasaran program Kementerian LHK bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Papua, yakni Kabupaten Waropen, Merauke, dan Jayapura.

Tujuan penanaman bibit tersebut, lanjutnya, adalah untuk pengentasan masyarakat dari kemiskinan di tengah pandemi Covid-19.

Pada kesempatan tersebut , dia meminta dukungan semua pihak agar bisa menyukseskan program penanaman bibit mangrove sebab program rehabilitasi hutan Papua saat ini menjadi hal yang penting untuk digalakkan.

Selain program Kementerian LHK, Dinas Kehutanan Papua juga memiliki program serupa. Namun, Ormuseray mengatakan pihaknya menunggu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) untuk selanjutnya menentukan jumlah bibit pohon yang bakal ditanam.

"Intinya, nanti dari DPA itu bisa dilihat berapa banyak pohon yang akan ditanam untuk rehabilitasi hutan dan lahan di seluruh Papua," ungkapnya.

Ia melanjutkan, sebenarnya upaya rehabilitas hutan tidak hanya menjadi tugas Kementerian LHK dan Dinas Kehutanan Provinsi Papua.

Namun, rehabilitasi hutan dan lahan sebenarnya bukan tanggung jawab pemerintah daerah saja, melainkan juga BPDASHL Mamberamo yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lebih rutin melakukan rehabilitasi hutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper