Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerimaan Pajak Daerah Mimika Terealisasi 44,76 Persen

Pajak tempat hiburan kan selama masa pandemi Covid-19 ini ditutup total. Otomatis tidak ada pemasukan dari situ.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  06:38 WIB
Ilustrasi. Tempat hiburan malam salah satu yang ditutup akibat Covid/19.
Ilustrasi. Tempat hiburan malam salah satu yang ditutup akibat Covid/19.

Bisnis.com, TIMIKA - Meskipun menghadapi situasi pandemi Covid-19 sejak Maret hingga Juni, namun penerimaan pajak daerah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua selama semester pertama 2020 masih mampu terealisasi hingga Rp100,83 miliar atau mencapai 44,76 persen dari target yang ditetapkan sebesar RpRp225,28 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Mimika Dwi Cholifa di Timika, Selasa (30/6/2020), mengatakan realisasi penerimaan pajak daerah dari beberapa komponen pajak seperti pajak hiburan, pajak restoran mengalami penurunan selama masa pandemi Covid-19 lantaran adanya pembatasan-pembatasan sosial yang dilakukan.

"Harus diakui penerimaan beberapa komponen pajak daerah memang menurun. Sebagai contoh pajak tempat hiburan kan selama masa pandemi Covid-19 ini ditutup total. Otomatis tidak ada pemasukan dari situ. Demikian pun dengan hotel, tingkat hunian hotel sangat menurun selama masa pandemi Covid-19 ini. Apalagi restoran, juga terkena imbas karena waktu beraktivitas masyarakat Timika dibatasi, bahkan sempat hanya sampai jam 2 siang," kata Dwi.

Dengan menurunnya jumlah temuan kasus baru Covid-19 saat ini dan di sisi lain angka kesembuhan pasien terinfeksi semakin banyak, Bapenda Mimika berharap sektor perekonomian di Kota Timika akan kembali semarak lagi sehingga dapat mendongkrak penerimaan daerah dari sektor pajak dan retribusi daerah.

"Sisa enam bulan ke depan tentu kami akan mengefektifkan penerimaan pajak daerah dan juga retribusi daerah. Mudah-mudahan kondisi pandemi Covid-19 di Mimika bisa dikendalikan sehingga Mimika sudah bisa masuk ke fase adaptasi hidup normal baru," jelasnya.

Di luar instrumen pajak tempat hiburan dan restoran serta hotel yang mengalami penurunan drastis dalam realisasi penerimaannya, Bapenda Mimika akan berupaya mengintensifkan penerimaan dari sumber-sumber pajak daerah yang lain seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BBHTB) dan jual-beli tanah.

Menurut Dwi, hingga akhir Desember nanti jajarannya masih harus mengejar target penerimaan pajak daerah sebesar Rp124.447.502.274.

Adapun rincian realisasi penerimaan sejumlah pajak daerah Kabupaten Mimika hingga akhir Juni yaitu Pajak Hotel sebesar Rp3.565.546.034 (50 persen), Pajak Restoran Rp30.121.669.599 (38 persen) dan Pajak Hiburan Rp812.584.824 (25 persen).

Selanjutnya Pajak Reklame Rp1.075.075.927 (45 persen), Pajak Penerangan Jalan Rp13.823.298.539 (57 persen), Pajak Parkir Rp285.591.200 (36 persen) dan Pajak Air Tanah Rp2.058.823.840 (50 persen).

Selain itu, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan mencapai Rp5.702.267.750 (40 persen), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan Rp26.082.604.129 (52 persen) serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp17.307.635.884 (43 persen).

"Pajak daerah dan PAD keseluruhan targetnya yaitu Rp395 miliar. Kami optimistis bisa mengejar kekurangan itu," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua penerimaan pajak

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top