Penyaluran BBM Nonsubsidi di Maluku dan Papua Naik

Kenaikan tertinggi tercatat pada produk Pertamax yang mengalami kenaikan hingga 288 persen.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Maret 2020  |  14:25 WIB
Penyaluran BBM Nonsubsidi di Maluku dan Papua Naik
Penyaluran Bahan Bakar Khusus (BKK) non subsidi meningkat sebesar 25 persen di wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat di awal tahun 2020.

Bisnis.com, AMBON - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara mencatat penyaluran Bahan Bakar Khusus (BKK) non subsidi meningkat sebesar 25 persen di awal tahun 2020.

"Peningkatan penyaluran BBK non-subsidi atau penugasan di wilayah operasional MOR VIII pada periode Januari - Februari 2020 meningkat sebesar 25 persen dibandingkan dengan penyaluran di periode yang sama tahun 2019, atau telah menyalurkan 66.616 kilo liter, " kata Unit Manager Communication, Relations dan CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Edi Mangun, Rabu (11/3/2020).

Dikatakannya, peningkatan penyaluran ini terjadi pada seluruh produk BBK (Pertalite, Pertamax, Dexlite dan Solar NPSO), dengan kenaikan tertinggi tercatat pada produk Pertamax yang mengalami kenaikan hingga 288 persen.

Sementara itu, produk Pertalite mengalami kenaikan 14 persen, Dexlite dan Solar NPSO naik sebesar 69 persen.

"Adapun produk BBM Penugasan (Premium) dan BBM Subsidi (Solar/Bio) mengalami penurunan sebesar tiga persen, " katanya.

Dijelaskannya, peningkatan penyaluran produk BBK di wilayah Maluku Papua tidak lepas dari semakin tingginya minat konsumen untuk menggunakaan bahan bakar dengan kualitas yang lebih tinggi.

Selain itu, peningkatan ini ditunjang oleh penguatan stok di masing-masing depot (fuel terminal) serta sarana dan fasilitas penyaluran BBM yang handal di 21 Fuel Terminal atau Terminal BBM yang tersebar di empat provinsi.

"Para pelanggan di wilayah Maluku Papua semakin banyak yang telah beralih menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih tinggi. Untuk awal tahun 2020, tercatat naik hingga 25 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, " ujar Edi.

Pertamina terus melakukan sosialisasi sekaligus promosi bagi masyarakat untuk mengetahui produk-produk bahan bakar berkualitas.

Pangsa pasar produk bahan bakar khusus jenis gasoline di wilayah MOR VIII sempat mencapai 50,5 persen di akhir tahun 2019.

Sementara di bulan Februari 2020, provinsi Maluku mencatat persentase terbesar yakni 54,3 persen dan terendah di Papua Barat baru mencapai 38 persen. Untuk produk gasoil masih berada di kisaran 18,3 persen.

"Kita akan terus melakukan sosialisasi kepada para pelanggan mengenai kualitas bahan bakar dan kegiatan promosi, salah satunya melalui program Berbagi Berkah MyPertamina," tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
maluku, papua

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top