Gempa Dangkal Ambon Kamis, 10 Oktober, Timbulkan Korban Jiwa

Seorang siswa SMP Kalam Kudus Ambon bernama Vinsen Yonatan Ananto (13) meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan toko di Passo, Kecamatan Baguala (Kota Ambon).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  17:11 WIB
Gempa Dangkal Ambon Kamis, 10 Oktober, Timbulkan Korban Jiwa
Sejumlah pasien menjalani perawatan di dalam tenda darurat di teras RSUD Haulussy, Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019), terdampak gempa M6,5. - Antara/Izaac Mulyawan.

Bisnis.com, AMBON – Seorang siswa SMP Kalam Kudus Ambon bernama Vinsen Yonatan Ananto (13) meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan toko di Passo, Kecamatan Baguala (Kota Ambon).

"Korban dievakuasi ke RS TNI Angkatan Laut Halong-Ambon pada pukul 15:00 WIT tetapi diduga sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata dokter jaga di RS TNI Angkatan Laut, dr. Wijaya di Ambon, Kamis (10/10/2019) petang.

Bocah yang masih menggunakan pakaian seragam itu mengalami luka patah kaki kanan dan cedera di kepala bagian depan akibat terbentur benda keras.

"Dia bukan meloncat dari lantai II bangunan Toko Buyung Hoki, tetapi saat gempa memang sudah berada di lantai bawah dan tertimpa material yang runtuh akibat guncangan gempa," kata dr. Wijaya.

Setelah dibersihkan dan luka-lukanya dijahit, jasad korban telah dibawa pulang ke rumah duka untuk disemayamkan.

Gempa beruntun yang mengguncang kota Ambon, Kamis siang menimbulkan kepanikan dan trauma masyarakat Kota Ambon, sehingga sebagai besar memilih mengungsikan diri ke kawasan pegunungan di sekitar ibu kota provinsi Maluku itu.

Pemantauan di lapangan, melaporkan, ribuan warga dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki menuju kawasan Kudamati dan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, untuk menyelamatkan diri karena daerahnya tergolong tinggi.

Gempa Dangkal

Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 terjadi di Pulau Ambon, Maluku, Kamis, pukul 11.30.44 WIB.

Keterangan BMKG, titik gempa pada 14 km Timur Laut Ambon, kedalaman 10 km, dan tidak berpotensi tsunami. Lokasi gempa 3.50 LS dan 128.23 BT.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya delapan aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=4,6.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi memiliki parameter update dengan magnitudo 5,2 pada pukul 13.39 WIT, diikuti gempa susulan sebanyak delapan kali," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika kelas I Ambon, Sunardi, Kamis (10/10/2019).

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,57 LS dan 128,26 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 km arah Timur Laut Kota Ambon, Provinsi Maluku pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Ambon V MMI . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa, ambon

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top