Luberan Lumpur Memenuhi Pemandian Air Panas Hatuasa

Luberan lumpur memenuhi tempat wisata kolam pemandian air panas Hatuasa di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon Kabupaten Maluku Tengah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  20:21 WIB
Luberan Lumpur Memenuhi Pemandian Air Panas Hatuasa
Wisata kolam pemandian air panas Hatuasa semasa normal. - hendriazk.blogspot.com

Bisnis.com, AMBON – Luberan lumpur memenuhi tempat wisata kolam pemandian air panas Hatuasa di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon Kabupaten Maluku Tengah pascagempa magnitudo dengan 6,8 yang diperbaharui menjadi 6,5 pada Kamis (26/9/2019).

"Jadi belakangan ini beredar berita tentang objek wisata pemandian air panas Hatuasa di Tulehu kering pascagempa tektonik kemarin adalah berita bohong atau hoax," kata Kapolsek Salahutu, AKP Cak Risambessy di Ambon, Rabu (2/10/2019).

Menurut dia, yang benar adalah kolam tersebut sementara dibersihkan oleh para penjaga kolam akibat munculnya lumpur pascagempa bumi tektonik.

Walau pun dinding dan lantai dasar kolamnya menggunakan tegel namun guncangan gempa bumi tektonik yang kuat telah membuat lumpur masuk di dalam kolam tersebut.

Apalagi Negeri Tulehu, Suli, Tial, Tengah-Tengah, Waai, dan Negeri Liang yang berada di ujung Pulau Ambon ini sangat berdekatan dengan pusat gempa darat di daerah Kairatu dan Kamariang (Pulau Seram), Kabupaten Seram Bagian Barat.

Sehingga damak kerusakan material dan korban jiwa di negeri-negeri ini juga cukup memprihatinkan.

"Makanya saya tegaskan lagi bahwa air panas di kolam pemandian tersebut sudah kering tidak benar dan itu hanyalah berita hoax," ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai informasi yang tidak benar dan tidak ada kepastiannya tanpa melihat langsung kondisi di lapangan.

Sejak terjadi gempa bumi tektonik, air panas dalam kolam pemandian ini berubah warna menjadi kecoklatan akibat munculnya lumpur dari dalam tanah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ambon

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top