Pertamina Maksimalkan Penyaluran BBM ke Seram Bagian Barat

Penyaluran BBM dari Terminal BBM Wayame Ambon menggunakan kapal menuju Kairatu.
Newswire | 09 Juni 2019 10:29 WIB
Sebuah kapal tanker menyalurkan stok BBM keTerminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (30/5/2019). Secara nasional selama masa Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (SATGAS RAFI) 2019 Pertamina menjaga stok Premium selama 21 hari, Pertalite 21 hari, Pertamax 22 hari, Turbo 58 hari, Solar 26 hari, Dexlite 27 hari, Dex 35 hari, Avtur 48 hari, LPG 16 hari dan minyak tanah 69 hari untuk melayani kebutuhan energi bagi masyarakat pada Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriah. - Antara/Ahma

Bisnis.com, AMBON – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua mengoptimalkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) setelah akses jalan Trans Seram putus.

"Setelah akses jalan Trans Seram yakni jembatan Waikaka putus pada Kamis (6/6), kami mengoptimalkan penyaluran BBM ke Pulau Seram," kata Branch Marketing Manager Maluku Pertamina, Donny Brillianto di Ambon, Minggu (9/6/2019).

Ia mengatakan, pihaknya telah menyalurkan BBM sebanyak 61 kiloliter (KL) yakni 51 kiloliter Pertalite dan 10 kiloliter Biosolar.

Sebanyak 51 kiloliter Pertalite dan 10 kiloliter Biosolar disalurkan untuk satu SPBU regular dan enam SPBU kompak di kabupaten SBB.

Penyaluran BBM kata Donny, dilakukan dari Terminal BBM Wayame Ambon, menggunakan kapal menuju Kairatu. BBM disalurkan ke SPBU menggunakan mobil tangki dari Kairatu.

Pihaknya telah mencoba pengiriman BBM melalui jalur utara (jalur alternatif) dari Terminal BBM Masohi, Maluku Tengah ke Seram Bagian Barat dengan jarak 400 kilometer tetapi terkendala akses jalan.

"Proses pengiriman BBM dilakukan Jumat (7/6) melalui jalur utara tetapi kami terkendala dengan jalan dan jembatan ternyata juga tidak bisa dilalui sehingga mobil tangki terpaksa kembali lagi ke Terminal BBM Masohi," ujarnya.

Ia mengakui, pihaknya tetap akan melakukan pengiriman BBM dengan menggunakan kapal dari Terminal BBM Wayame atau Terminal BBM Masohi untuk menjaga ketahanan stok BBM di Seram Bagian Barat.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua Pertamina, Brasto Galih Nugroho menyatakan, penyaluran alternatif dan darurat tersebut ditempuh Pertamina agar masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM di SPBU Pertamina meski jalur reguler terputus.

"Ini merupakan upaya kami menjaga ketahanan stok BBM di SPBU sebagai BUMN penyalur BBM," tandasnya.

Jalan Trans Seram dari arah kabupaten SBB menuju Maluku Tengah atau sebaliknya, tidak dapat dilalui warga yang menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan besar seperti truk maupun bus.

Dua jembatan ambruk yakni jembatan Waikapa di perbatasan Elpaputih dan kecamatan Amalatu, serta jembatan Wae Kaputi yang menghubungkan Desa Taniwel dan Hulung mengalami kemiringan tiang penyangga bagian tengah jembatan akibat guyuran hujan lebat selama beberapa hari di provinsi Maluku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, ambon

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top