Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Beras Bantuan 1 Ton di Teluk Wondama Dijual ke Pedagang

Beras 10 kilogram sebanyak 100 karung ditemukan dijual saat pemerintah kabupaten bersama TNI-Polri melakukan inspeksi mendadak.
Wakil Bupati Teluk Wondama Andarias Kayukatuy bersama Kapolres Teluk Wondama AKBP Hari Sutanto mendatangi gudang penyimpanan beras bantuan pemerintah di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat./Antara-Zack Tonu Bala.
Wakil Bupati Teluk Wondama Andarias Kayukatuy bersama Kapolres Teluk Wondama AKBP Hari Sutanto mendatangi gudang penyimpanan beras bantuan pemerintah di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat./Antara-Zack Tonu Bala.

Bisnis.com, WASIOR - Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, menemukan 1 ton beras bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan oleh Perum Bulog ke Teluk Wondama diperjualbelikan seorang pedagang.

Wakil Bupati Teluk Wondama Andarias Kayukatuy di Wasior, Rabu (27/3/2024), mengatakan pemerintah daerah akan memproses hukum pedagang tersebut karena menyalahi aturan pemanfaatan beras bantuan pemerintah.

"Beras itu hanya diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. Kalau disalahgunakan, maka harus diproses hukum," tegas Andarias.

Dia sangat menyayangkan adanya praktik jual beli beras bantuan pemerintah ketika masyarakat sedang kesulitan, kondisi itu menyebabkan harga komoditas beras mengalami lonjakan.

Pemerintah daerah bersama kepolisian akan menelusuri indikasi penjualan beras bantuan dari pemerintah pusat yang semestinya diberikan kepada keluarga penerima manfaat secara gratis.

"Sudah jelas-jelas tidak boleh diperjualbelikan. Sanksi hukum supaya ada efek jera buat oknum yang mau bermain," ucap dia.

Andarias kemudian memperingatkan seluruh distributor beras dan pedagang di Kabupaten Teluk Wondama untuk tidak melanggar ketentuan pemanfaatan beras bantuan dari pemerintah pusat.

Beras 10 kilogram sebanyak 100 karung ditemukan dijual saat pemerintah kabupaten bersama TNI-Polri melakukan inspeksi mendadak guna kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1445 Hijriah.

"Sidak Selasa (26 Maret 2024), kami temukan beras bantuan pemerintah pusat ada dijual 100 karung. Sangat disayangkan sekali," ucap Andarias.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Teluk Wondama Ajun Komisaris Besar Polisi Hari Sutanto menyebut pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap praktik jual beli beras bantuan pemerintah pusat.

"Pedagangnya kami panggil ke kantor untuk penyelidikan, supaya bisa mengetahui siapa oknum yang over beras itu ke pedang tersebut," ujar Hari.

Sementara itu, Nifun, pedagang yang menjual beras bantuan pemerintah pusat berdalih tidak mengetahui jika beras berlogo Bulog dan Badan Pangan Nasional serta bertulisan bantuan pangan pada bagian luar karung tidak boleh diperjualbelikan.

Beras itu diperoleh dari seseorang yang menawarkan penjualan beras Bulog 10 kilogram sebanyak 100 karung dengan harga beli per karung Rp120 ribu dan pembayaran sudah dilunaskan.

"Saya sudah bayar lunas pakai transfer. Setelah itu mereka antar menggunakan truk ke kios di Karumatiri, Kampung Maniwak Distrik Wasior," ucap dia.

Berdasarkan penjelasan pemilik kios, pihak yang diduga melakukan penjualan beras bantuan pangan itu merupakan oknum Aparatur Sipil Negara Pemkab Teluk Wondama yang bertindak sebagai penyalur.

Beras itu diketahui merupakan bantuan pangan dari pemerintah pusat periode November-Desember 2023 untuk Kabupaten Teluk Wondama yang belum sempat disalurkan kepada keluarga penerima manfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler