Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Papua Tetapkan Status Tanggap Darurat Hingga 6 Mei 2020

Data dari tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Papua terungkap ada 45 orang positif terpapar Corona. Lima orang di antaranya meninggal dunia.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 09 April 2020  |  12:14 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe (kanan) didampingi penasehat hukumnya bersiap menjalani pemeriksaan di gedung Tipikor Bareskrim Polri , Jakarta, Senin (4/9). - ANTARA/Reno Esnir
Gubernur Papua Lukas Enembe (kanan) didampingi penasehat hukumnya bersiap menjalani pemeriksaan di gedung Tipikor Bareskrim Polri , Jakarta, Senin (4/9). - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Papua meningkatkan status wilayahnya menjadi tanggap darurat setelah kasus virus Corona atau Covid-19 di wilayah tersebut terus meningkat. 

"Memang benar ada peningkatan status setelah rapat Forkopimda Papua, yang dilaksanakan Rabu (8/4/2020) memutuskan meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat," kata Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal di Jayapura, Kamis (9/4/2020).  

Dalam rapat yang dipimpin Gubernur Papua Lukas Enembe pada Kamis, 24 Maret lalu, ditetapkan status Papua siaga darurat.

Peningkatan status ini diputuskan setelah Pemprov menggelar rapat bersama unsur TNI dan Polri.  

Kleme mengatakan, dengan adanya peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 yang saat ini tercatat 45 orang, maka disepakati status tanggap darurat ditetapkan sejak 9 April hingga 6 Mei 2020.

Selain itu, pemerintah daerah setempat juga mengoptimalkan pencegahan Corona dengan  aturan social distancing dan physical distancing yang diperluas dengan memperpanjang kebijakan belajar dan bekerja di rumah dari 14 April sampai dengan 23 April. 

Namun, kebijakan tersebut dikecualikan untuk personel bidang kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan, logistik dan kebutuhan keseharian masyarakat.

"Memperpanjang pembatasan keluar masuk orang dari dan ke Papua mulai melalui penerbangan atau pelayaran komersial atau carteran,” ujarnya.

Pembatasan itu melingkupi akses dari dan ke daerah Animha, Meepago, Lapago, Saereri dan Mamta. 

Namun, untuk logistik, bahan pokok, bahan bakar, logistik kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, evakuasi pasien, sektor perbankan, pergantian kru pesawat tetap dapat dilakukan.

“Hal-hal tersebut [dilakukan dengan] tetap memperhatikan protokol kesehatan," kata Klemen.  

Kleme juga mengatakan bahwa pihaknya membatasi waktu buka kegiatan perekonomian, baik di pasar maupun toserba atau mall dari pukul 06.00 hingga 14.00 WIT. Pemerintah juga menutup semua tempat wisata dan hiburan, kecuali fasilitas umum secara selektif. 

"Diharapkan semua warga mematuhi semua aturan tersebut untuk keselamatan bersama," ujarnya..

Data dari tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Papua terungkap ada 45 orang positif terpapar Corona. Lima orang di antaranya meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top