Pasar Mama Mama Papua BUMN Mulai Ramai

Pasar Mama-mama Papua yang didirkan oleh Yayasan BUMN Hadir untuk Negeri pada 2018 mulai terisi hingga lantai dua.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 16 November 2019  |  09:57 WIB
Pasar Mama Mama Papua BUMN Mulai Ramai
Suasana Pasar Mama-mama Papua di Jalan Percetakan Negara, Jayapura. Di pasar ini banyak mama yang menjual buah-buahan, sayur-mayur, hingga ikan asap. Pasar mulai ramai pada sore hari hingga larut malam - Dokumentari Askrindo Jayapura

Bisnis.com, JAYAPURA - Pasar Mama-mama Papua yang didirkan oleh Yayasan BUMN Hadir untuk Negeri pada 2018 mulai terisi hingga lantai dua.

Pasar ini mulai ramai sejak sore hingga larut malam. Pembeli pun beragam, mulai dari turis atau pengunjung yang sedang mampir di Jayapura maupun warga lokal.

Bangunan terbuka berlantai empat yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara, Jayapura, tersebut diperuntukkan kepada para pedagang perempuan di sana yang kerap disapa dengan panggilan "mama".

Menderi Marian, mama penjual buah-buahan di Pasar Mama-mama Papua mengungkapkan bahwa bangunan yang lebih baik dan bersih tersebut memang lebih menarik perhatian pengunjung atau turis ketimbang warga lokal.

"Turis kan suka di sini bersih tidak ada lalat. Mereka banyak datang. Tapi kalau orang sini ramainya di tempat lama," katanya saat ditemui, Kamis (14/11/2019).

Sebelumnya, Mama Menderi berdagang di dekat Jalan Irian yang di sana memang ramai dengan tempat makan dan toko-toko lainnya.

Dari sisi penghasilan pun, Mama Menderi mengaku pendapatannya lebih baik di tempat yang lama ketimbang berdagang di Pasar Mama-mama Papua. 

Kedati demikian, Pasar Mama-mama Papua tersebut dinilainya lebih nyaman dan aman sehingga dirinya terus berdagang di sana sejak didirikan tahun lalu.

Adapun, pedagang di Pasar Mama-mama Papua tidak dipungut biaya sepeser pun untuk berdagang di sana. Mama Menderi mengklaim seluruh fasilitas yang disediakan di sana sudah memuaskan. 

Namun, apabila boleh menambahkan, kata Mama Menderi yang berasal dari Wamena ini, dia berharap atap bangunan diperlebar sehingga ketika hujan nantinya tempias tak mengganggu barang dagangannya yang kebanyakan adalah buah-buahan dari kebunnya sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jayapura, askrindo

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top