Ada 4 Potensi EBT di Bumi Cendrawasih

Berdasarkan hasil kajian dan survei PT Perusahaan Listrik Negara terdapat empat alternatif EBT yang ditawarkan dalam melistriki Bumi Cendrawasih.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 05 Oktober 2019  |  10:57 WIB
Ada 4 Potensi EBT di Bumi Cendrawasih
Pembangkit listrik tenaga mikrohidro - Ilustrasi/youtube.com

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Berdasarkan hasil kajian dan survei PT Perusahaan Listrik Negara terdapat empat alternatif EBT yang ditawarkan dalam melistriki Bumi Cendrawasih.

Kepala Divisi Pengembangan Regional Maluku – Papua PT PLN (Persero) Eman Prijono Wasito Adi mengatakan sumber energi terbarukan, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro; Tabung Listrik (Talis); Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm); serta PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

"Untuk mikrohidro lebih cocok apabila diaplikasikan pada daerah yang memiliki perbedaan ketinggian,"jelasnya melalui keterangan resmi Sabtu (5/10/2019).

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro merupakan pembangkit skala sangat kecil yang memanfaatkan energi potensial air untuk menghasilkan listrik berkapasitas hingga 5.000 Watt. Energi potensial air menggerakkan turbin, sedangkan turbin memutar generator, dan generator inilah yang dapat menghasilkan listrik. 

Sedangkan tabung listrik merupakan alat penyimpanan energi (energy storage) layaknya power bank, yang digunakan untuk melistriki rumah. Cukup dengan plug-and-play, masyarakat di pedalaman Papua sudah dapat memanfaatkan listrik dengan Talis ini untuk kebutuhan penerangan hingga menyalakan televisi. Talis dapat diisi ulang di Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL).

Sementara PLTBm adalah pembangkit listrik skala kecil yang memanfaatkan potensi energi biomassa, seperti bambu, kayu, serat kelapa sawit dan bahan organik kering lainnya. Pembakaran biomassa menghasilkan uap air bertekanan yang memutar turbin,  kemudian menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. PLTBm yang dikembangkan oleh PLN Regional Maluku dan Papua berkapasitas 3 – 10 kW.

Seperti yang kita kenal selama ini Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), menjadi alternatif melistriki daerah yang sulit dijangkau oleh transportasi darat. Karena itu dengan mengandalkan sumber energi matahari, maka sangat cocok untuk kawasan terpencil. Energi listrik disalurkan melalui jaringan tegangan rendah atau digunakan sebagai SPEL untuk Talis / Energy Storage (cadangan energi).

Dari survei di lapangan,berbagai upaya perlu dilakukan, karena ada di satu distrik yang masuknya listrik, masih bisa dilakukan dengan sistem memperpanjang atau menarik kabel listrik, dan itu dipandang lebih efektif, ketimbang harus membangun pembangkit listrik, yang perawatannya belum tentu dipahami dengan baik. 

Apalagi daerah tersebut, ternyata menolak masuknya energi terbarukan (renewable energy). Namun demikian, daerah tersebut juga masih berpotensi untuk pengembangan turbin angin. Ada juga daerah atau distrik yang hanya mau menerima masuknya listrik dari PLN, karena mereka pernah menggunakan PLTS, tetapi pasokan listriknya tidak tetap, sehingga mudah mati lampu (tidak ada aliran listrik). Itu sebabnya mereka hanya mau jika yang masuk ke distrik mereka, adalah aliran listrik yang bersumber dari PT PLN (Persero). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, papua

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top