26 Anak Papua Dikirim ke Rusia, Ini yang Akan Mereka Lakukan

Sebanyak 26 anak dari Papua diberangkatkan ke Rusia. Di Negeri Beruang Merah tersebut mereka akan belajar seiring beasiswa yang diperolehnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 September 2019  |  13:03 WIB
26 Anak Papua Dikirim ke Rusia, Ini yang Akan Mereka Lakukan
Ilustrasi-Istana Kremlin - kremlintour.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 26 anak dari Papua diberangkatkan ke Rusia. Di Negeri Beruang Merah tersebut mereka akan belajar seiring beasiswa yang diperolehnya.

Para pelajar itu dilepas oleh Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Papua, Sabtu (28/9/2019).

"Hal ini menjadi angin segar di tengah-tengah berita-berita panas terkait apa yang terjadi di Tanah Air saat ini, khususnya di Papua dan Papua Barat," kata pendiri Papua Language Institute (PLI) Samuel Tabuni dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (29/9/2019).

Samuel menilai pemerintah Papua telah menunjukkan keseriusan dan komitmennya dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Papua.

Hasilnya, anak-anak Papua dapat bersekolah di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Inggris, Kanada, dan Tiongkok.

Pemberian beasiswa itu tidak terlepas dari peran penting Papua Language Institute (PLI). Organisasi ini yang terus mendorong dan memfasilitasi program pengiriman anak-anak Papua untuk belajar ke luar negeri.

Samuel adalah penasihat umum Pergerakan Papua Muda Inspiratif. Sam, sapaan Samuel, mendorong anak-anak Papua untuk berprestasi dan terus menginspirasi.

Selain Sam, Gerakan Papua Muda Inspiratif terinspirasi dari kisah hidup anak-anak pedalaman yang berprestasi lainnya. Mereka antara lain Billy Mambrasar, George Septinus Saa, Yane Ansanay, Neas Wanimbo, Karlos Paisey, Mey Osok, dan Nani Uswanas.

"Gerakan Papua Muda Inspiratif ini menjadi wadah untuk merangsang prestasi anak-anak Papua. Gerakan ini juga untuk menginspirasi anak-anak Papua untuk dapat maju bersama," ujar Sam.

Sam juga salah satu pelopor pengembangan kualitas internasional anak-anak Papua. Samuel Tabuni adalah pemuda asli Papua yang berasal dari Nduga, wilayah di Pegunungan Tengah, Provinsi Papua, dan merupakan anak adat wilayah La Pago.

Para pelopor dan pendiri Gerakan Papua Muda Inspiratif baru saja bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi memberikan dukungan penuh dalam membangun SDM Papua yang inovatif di era Revolusi Industri 4.0 saat ini.

"Saya ingin melihat lebih banyak lagi sosok anak-anak Papua yang maju dan berkembang. Itu adalah visi dari pendirian Papua Language Institute,” ujar Sam.

Sejak didirikan beberapa tahun silam, PLI telah mengirimkan ratusan anak-anak asli Papua untuk mengenyam pendidikan ke berbagai negara di dunia.

"Impian saya adalah dapat berkontribusi bagi pembangunan dan pengembangan SDM Papua ke depan agar tercapai kesejahteraan," kata Sam.

Tokoh pemuda Papua Barat yang juga pendiri Kitong Bisa, Billy Mambrasar mengucapkan terima kasih kepada PLI, khususnya kepada Sam Tabuni.

'Saya ucapkan terima kasih kepada Kaka Sam Tabuni dan Gubernur Papua yang telah mendorong dan mendidik anak-anak Papua untuk terus maju selama ini," ujar Billy.

Billy mengaku sangat mengagumi sosok Sam Tabuni dan Gubernur Lukas Enembe. "Mari kita doakan agar Kaka Sam Tabuni dan anak-anak muda Papua berprestasi lainnya bisa terus membangun Indonesia dengan penuh cinta dan kasih," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusia, papua

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top