Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pedagang Pengecer Kerap Mainkan Harga di Papua Barat

Ini sangat berdampak terhadap inflasi, karena mereka bersentuhan langsung terhadap konsumen. Pengawasan harus diperketat dan lebih dipertegas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Juli 2018  |  13:40 WIB
Ilustrasi. - Bisnis.com/Fariz Fadhillah
Ilustrasi. - Bisnis.com/Fariz Fadhillah

Bisnis.com, MANOKWARI – Pemerintah kabupaten (Pemkab) dan kota (Pemkot) di wilayah Provinsi Papua Barat diminta bersikap tegas dalam mengawasi fluktuasi atau naik turunya harga bahan pokok.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, Melkias Wiranussa di Manokwari, Senin (2/7/2018), mengatakan, permainan harga terindikasi terjadi di tingkat pengecer.

"Ini sangat berdampak terhadap inflasi, karena mereka bersentuhan langsung terhadap konsumen. Pengawasan harus diperketat dan lebih dipertegas," tambahnya.

Menurutnya, distributor sudah menerapkan harga pada batas wajar. Pengawasan terhadap pengecer harus lebih intensif dilakukan dan mereka harus dikontrol agar tidak serta merta menentukan harga.

"Seperti beras premium, harga eceran tertinggi Rp13 ribu perkilo gram. Namun mereka jual dengan harga Rp15 ribu, cukup jauh perbandinganya," ujar dia.

Hal serupa pun terjadi pada telur ayam ras dan gula pasir curah. Pengecer di pasar masih menjual dengan harga jauh dari harga distributor.

Menurutnya, pemkab/pemkot bisa menerapkan sanksi dari teguran hingga pencabutan ijin usaha. Sikap tegas pemerintah daerah dibutuhkan untuk melindungi para konsumen.

"Kami provinsi sifatnya hanya koordinasi pemberian sanksi bukan kewenangan kami. Kewenangan itu ada di kabupaten kota, karena mereka yang mengeluarkan surat izin usaha," jelasnya.

Pada bulan Juni 2018 dua daerah yakni Manokwari dan Kota Sorong yang menjadi sample survei Badan Pusat Statistik (BPK) mengalami inflasi. Inflasi di Kota Sorong Sebesar 1,36 persen dan Manokwari 0,70 persen.

Kelompok bahan makan masih mendominasi pembentukan Inflasi di dua daerah tersebut. Di Kota Sorong peran bahan pangan mencapai 3,26 persen, di Manokwari 2.00 persen.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top