Pemkab Pegunungan Arfak Siapkan 2.000 Ha Kebun Kopi

Oleh: Newswire 02 November 2018 | 13:19 WIB
Pemkab Pegunungan Arfak Siapkan 2.000 Ha Kebun Kopi
Ilustrasi./Bloomberg-Dimas Ardian

Bisnis.com, MANOKWARI – Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak menyiapkan lahan seluas 2.000 hektare untuk mengembangkan perkebunan kopi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Yacob Fonataba di Manokwari, Jumat (2/11/2018), mengatakan, pengembangan komoditas kopi tersebut dimulai tahun ini. Bantuan bibit kopi dari Kementerian Pertanian telah diserahkan ke Dinas Pertanian Pegunungan Arfak.

Ia menyebutkan, kopi merupakan tanaman tahunan dan dapat berproduksi pada usia tanam 5 tahun. Selama ini di daerah yang kaya akan potensi pariwisata tersebut sudah ada penanaman kopi tetapi kurang mendapat perhatian.

"Ya, kita harapkan ke depan Pegunungan Arfak bisa dikenal luas dengan kopinya seperti daerah pegunungan lainnya di Papua, Sulawesi, Sumatra dan Jawa," tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, pemekaran Manokwari.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat Donny Heatubun pada wawancara terpisah mengatakan, pengembangan komoditas kopi di daerah tersebut bisa menjadi sektor pariwisata.

"Daerah yang sudah maju dalam pengembangan pariwisata masing-masing punya komoditas unggulan yang bisa diandalkan. Pegunungan Arfak sebaiknya juga begitu," kata dia.

Ia menyebutkan, Bank Indonesia memiliki program pengembangan komoditas ekspor melalui pendampingan terhadap kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Meskipun demikian, untuk saat ini pihaknya belum memiliki rencana untuk mendorong kegiatan tersebut di Pegunungan Arfak.

"Mungkin kedepan, seiring berjalanya waktu kami juga bisa melaksanakan itu di Pegunungan Arfak," kata dia.

Saat ini BI Papua Barat sedang fokus di Kabupaten Fakfak untuk mendorong produksi buah pala. Pihak sedang mendorong agar produk olahan buah pala bisa diekspor ke luar negeri.

Pegunungan Arfak merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah namun angka kemiskinan di daerah tersebut masih cukup tinggi. Potensi perkebunan, pertanian serta pariwisata di daerah ini belum mempu meningkatkan derajat hidup masyarakat setempat.

Tanaman Kopi di daerah tersebut sudah pernah dikembangkan oleh para misionaris, namun tidak berjalan optimal. Hingga kini tanaman kopi peninggalan para penginjil tersebut masih bisa didapati di wilayah Minyambauw, Anggi dan Anggi Gida.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer