Suku Muase Ane di Maluku Menderita Kelaparan. Polri Kirim Bantuan Sosial

Oleh: Sholahuddin Al Ayyubi 26 Juli 2018 | 19:39 WIB
Seorang anak penderita kelaparan sedang diperiksa tim Bid Dokkes Polda Maluku./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Polda Maluku dan Polres Maluku Tengah mengirimkan bantuan sosial berupa sembako dan obat-obatan serta Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan untuk membantu Suku Muase Ane yang menderita kelaparan.

Menurut bbc.com, Rabu (25/7/2018) setidaknya tiga orang - di antaranya dua balita - anggota komunitas adat terpencil Mause Ane di pedalaman Gunung Murkele Desa Maneo, Seram Utara meninggal dunia akibat kekurangan makanan karena gagal panen.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Muhammad Iqbal penyerahan bantuan sosial dipimpin langsung Kapolres Maluku Tengah AKBP Arthur L. Simamora secara simbolis kepada Kepala Suku Torua Labalan Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 19.20 WIT. Selanjutnya, bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat Suku Muase Ane.

Menurut Iqbal, 85 personel yang terdiri dari Tim Bid Dokkes Polda Maluku dan Tim Polres Maluku Tengah diberangkatkan ke lokasi .

"Saya terima laporan sudah ada 3 orang meninggal dunia di sana. Kelaparan ini sudah terjadi sejak 2 minggu lalu. Akhirnya kami kirim tim untuk periksa kesehatan yang dimulai sekitar pukul 19.40 WIT dan berakhir di hari yang sama sekitar pukul 21.30 Wit," tuturnya, Kamis (26/7/2018).

Menurut Iqbal, Suku Muase Ane adalah suku terasing yang tinggal di wilayah pegunungan terdalam. Iqbal mengatakan jarak dari kumpulan suku tersebut ke Kediaman Kepala Desa membutuhkan waktu sekitar 1 hari dengan berjalan kaki.

"Jaraknya sekitar 1 hari dari tempat tinggal mereka ke Kepala Desa. Setelah itu Kepala Desa langsung melapor ke Kapolres setempat dan Kapolres langsung berkoordinasi dengan Kapolda untuk mengirimkan bantuan ke sana," katanya.

Dia berharap bantuan langsung yang diberikan Polri dapat meringankan kondisi warga akibat kelaparan. Menurut Iqbal, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Polri dalam mendekatkan diri dan melayani masyarakat.

"Kegiatan berakhir pada Kamis 26 Juli 2018 pukul 07.35 WIT. Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu, bbc.com menuliskan bahwa kelaparan yang dialami sekitar 170 warga komunitas adat terpencil itu dilaporkan terjadi sejak awal Juli lalu, tetapi baru diketahui oleh pemerintah setempat kira-kira dua minggu kemudian.

Menteri Sosial Indrus Marham dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/7/2018) menyebutkan bantuan mulai disalurkan pada Rabu.

Namun, mengingat lokasi yang terpencil, bantuan awal berupa makanan dan lainnya diperkirakan baru tiba pada Kamis (26/7). Itu terjadi karena komunitas suku ini tinggal secara terpencar di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau.

Selain Kemensos dan Polri, instansi lain seperti TNI juga sudah mengirimkan bantuan.

Sumber : bbc.com

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya