Pemeliharaan Jalan Batu—Duga, Papua Akan Ditawarkan kepada Swasta

Oleh: Irene Agustine 17 April 2018 | 17:26 WIB
Kendaraan melintas di ruas Jalur Trans Papua Wamena-Batas Batu, Sabtu (8/4)./Antara-Iwan Adisaputra

Bisnis.com, JAKARTA — Proyek pemeliharaan jalan nasional Trans Papua ruas Batu—Duga masuk ke dalam rencana pemerintah untuk ditawarkan kepada swasta lewat skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Kementerian Keuangan telah memberikan izin untuk alokasi anggaran skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU)-availability payment (AP) untuk tiga proyek jalan nasional bukan tol sebesar Rp5,10 triliun.

Ketiga proyek itu adalah ruas Trans-Papua dan dua jalan nasional bukan tol yang sudah lebih dahulu ditawarkan kepada investor belum lama ini, yakni jalan lintas Sumatra di Riau sepanjang 43 kilometer dan Sumatra Selatan sepanjang 30 kilometer.

"Dengan skema ini swasta akan membangun [pemeliharaan jalan] dulu, lalu kami bayar berkala. Ini adalah pertama kalinya terjadi di jalan nasional dan juga di Papua," katanya Basuki dalam Konferensi Regional Teknik Jalan Ke-14, Selasa (17/4/2018).

Pembayaran ketersediaan layanan (availability payment) adalah pembayaran secara berkala oleh menteri/kepala lembaga/kepala daerah kepada badan usaha pelaksana atas tersedianya layanan infrastruktur yang sesuai dengan kualitas dan/atau kriteria sebagaimana ditentukan dalam perjanjian KPBU.

Dengan begitu, investasi pemeliharaan jalan dapat dilakukan jangka panjang dengan dampak ekonomi yang lebih terasa.

Basuki memperkirakan ketiga proyek tersebut sudah dapat dimulai pada 2019.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan bahwa saat ini ketiga proyek tersebut masih dalam progress penjajakan minat pasar (market sounding).

Dia mengatakan bahwa nantinya dalam kontrak preservasi jalan akan mengatur lama pemeliharaan yang harus dilakukan badan usaha yakni 15 tahun.

"Saat ini tengah market sounding, nantinya skema AP ini berlangsung selama 15 tahun. Sejauh ini, sudah ada yang berminat," kata Arie di tempat yang sama.

Proyek jalan lintas Sumatra ditaksir mencapai Rp882 miliar, sedangkan jalan nasional Sumatra Selatan diperkirakan memiliki nilai investasi Rp1,97 triliun.

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer