Listrik Papua Akan Bertambah 450 MW

Oleh: Gemal AN Panggabean 13 Mei 2017 | 03:14 WIB
Pekerja memerbaikiIlustrasi jaringan listrik PLN/Bloomberg-Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Tambahan listrik di daerah Papua dan Papua Barat sebesar 450 MW hingga 2019. Pemerintah mengklaim tambahan tersebut bukan hanya untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, namun juga untuk pemerataan listrik yang dinikmati masyarakat.

"Yang menjadi tantangan besar adalah wilayah yang luas, Kementerian ESDM dan PLN akan memprioritaskan pembangunan offgrid, tidak harus interkoneksi seperti Sumatera dan Jawa, kalau tidak biayanya akan besar sekali," tutur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan melalui siaran pers pada Jumat (12/5).

Jonan menegaskan penyediaan listrik yang mencukupi merupakan bagian dari pembangunan yang adil dan merata. Untuk mendorong penyediaan listrik bagi 1.800 desa di Papua dan Papua Barat yang belum terlistriki akan dilakukan program pra-elektrifikasi melalui penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) sebagaimana Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2017.

"Nanti pada 2017 dan 2018 akan dipasang lampu tenaga surya hemat energi, satu rumah menggunakan tenaga surya, tidak bayar iuran listrik tapi mendapat empat lampu dan bisa untuk charge HP," lanjut Jonan.

Proyek- proyek infrastruktur ketenagalistrikan di Wilayah Maluku dan Papua yang diresmikan maupun groundbreaking dibangun dengan pembiayaan APBN Kementerian ESDM maupun anggaran PT PLN (Persero).

Proyek yang dibangun dengan APBN Kementerian ESDM adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Papua (dua unit), dengan total kapasitas 210 kilo Watt (kW) yang berlokasi di Kabupaten Lanny Jaya (74 kW) dan Kabupaten Tolikara (136 kW). PLTMH ini dapat melistriki 410 kepala keluarga (KK).

Selanjutnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Terpusat di Papua (sembilan unit), dengan total kapasitas 240 Kilo Watt Peak (kWp). PLTS ini berlokasi di Kabupaten Pegunungan Bintang tiga unit; Kabupaten Jayawijaya satu unit; Kabupaten Boven Digoel satu unit; Kabupaten Supiori dua unit; dan Kabupaten Jayapura dua unit, serta dapat melistriki 975 KK.

Sementara, di Papua Barat, dibangun PLTS Terpusat (delapan unit), dengan total kapasitas 2.215 kWp. Lokasi PLTS ini berada di Kabupaten Kaimana satu unit, Kabupaten Raja Ampat dua unit, Kabupaten Manokwari dua unit, dan Kabupaten Maybrat tiga unit. PLTS ini dapat melistriki 988 KK yang sebagian besar diinterkoneksikan ke sistem PLN.

Di samping itu, proyek ketenagalistrikan yang dibangun dengan anggaran PT PLN (Persero) adalah:

1. Listrik Perdesaan di 92 desa di Papua dan Papua Barat untuk 7.298 pelanggan. Selain itu, 34 desa di Maluku dan Maluku Utara dengan jumlah pelanggan 7.313 dilakukan melalui perluasan jaringan eksisting dan melistriki desa terpencil dengan PLTD/PLTS/PLTMH.

2. PLTU Maluku Utara - Tidore 2x7 MW. Disalurkan ke sistem kelistrikan Ternate-Tidore melalui Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV, sistem Ternate-Tidore memiliki daya mampu sebesar 41 MW dengan beban puncak sebesar 31 MW.

3. Groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Mobile Power Plant (MPP) Jayapura 50 MW. Berlokasi di kompleks PLTU 2 Papua, Desa Holtekamp, Muara Tami, Kota Jayapura. PLTMG MPP Jayapura didesain dengan 2 jenis bahan bakar (solar dan gas).

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer