Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerbangan Kembali Dibuka, Pemkab Mimika Beri Izin Khusus untuk Garuda

Pemkab Mimika memutuskan memberikan izin khusus bagi penerbangan penumpang dari dan ke Bandara Mozes Kilangin Timika kepada maskapai Garuda Indonesia dengan pembatasan yang sangat ketat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 April 2020  |  08:05 WIB
Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/11/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/11/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, memperketat pengawasan terhadap semua penumpang pesawat yang hendak masuk ke Bandara Mozes Kilangin Timika.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika mengatakan setelah melalui kajian mendalam dan evaluasi menyeluruh, maka Pemkab Mimika memutuskan memberikan izin khusus bagi penerbangan penumpang dari dan ke Bandara Mozes Kilangin Timika kepada maskapai Garuda Indonesia dengan pembatasan yang sangat ketat.

Rencananya, penerbangan penumpang oleh maskapai Garuda Indonesia ke Timika akan dibuka mulai Selasa (21/4) dan selanjutnya akan dilayani sekali sepekan atau sekali per dua pekan.

"Terus terang ini merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil. Sejak 26 Maret kami sudah menutup semua penerbangan membawa penumpang dari semua rute ke Timika maupun ke luar Timika untuk mencegah penularan wabah Covid-19. Namun dampak dari keputusan itu juga tidak sedikit, ada banyak orang Mimika yang ada di luar sana yang tidak bisa kembali. Anak-anak sekolah, mahasiswa maupun warga Mimika yang lain tidak bisa kembali karena tidak ada penerbangan," kata Johannes, Senin (20/4/2020).

Mantan Kepala Dishubkominfo Mimika itu menyebut pembatasan penerbangan membawa penumpang ke Bandara Timika juga membuat pengiriman alat-alat kesehatan, Alat Pelindung Diri (APD) untuk digunakan oleh petugas kesehatan dalam melayani pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19 serta obat-obatan menjadi terhambat dan terlambat.

"Kami juga menghadapi kesulitan untuk mendapatkan barang-barang yang sifatnya penting dan mendesak seperti APD, obat-obatan, peralatan rapid test, VTM (Virus Transport Media yaitu media untuk menyimpan spesimen swab pasien, pengiriman sampel spesimen swab pasien ke Laboratorium Balitbangkes di Jayapura dan lain-lainnya," jelas Johannes.

Menurut dia, penumpang yang hendak berangkat dengan pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta dan Makassar saat ini sudah didaftarkan identitas mereka.

Jumlah penumpang yang akan berangkat ke Timika itu sangat banyak, sebagian sudah mendapatkan tiket, namun sebagian yang lain belum kebagian tiket penerbangan.

"Kalau lihat daftar yang mau kembali ke Timika sangat banyak. Yang sudah punya tiket banyak sekali, tapi yang belum dapat tiket juga masih banyak. Kalau penumpang yang mau keluar dari Timika kami buka sebanyak-banyaknya, terutama mereka-mereka yang selama ini lalu-lalang di Timika. Khusus penumpang yang hendak kembali ke Timika wajib memiliki KTP Mimika atau mendapatkan surat keterangan sedang bekerja di Mimika jika memiliki KTP di daerah lain," ujarnya.

Jumlah penumpang yang akan berangkat ke Timika itu, katanya, hanya dibuka setengah dari kapasitas yang tersedia dalam pesawat Garuda Indonesia.

"Nanti jarak duduk antarpenumpang akan diatur, dalam satu deret dipisah oleh kursi kosong. Semua penumpang juga wajib memakai masker," jelas Johannes.

Selain itu, para penumpang yang akan berangkat ke Timika wajib mengikuti protokol penanganan Covid-19 yaitu harus mendapatkan surat keterangan sehat dari pelabuhan asal, wajib mengisi segala persyaratan yang diminta oleh operator penerbangan, begitu turun di Timika akan diperiksa lagi oleh petugas kesehatan, jika kondisi penumpang kurang sehat langsung masuk karantina, sementara kalau sehat maka harus membuat pernyataan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top