Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sakit Sepulang dari Malaysia, Warga Tanimbar Dikarantina 14 Hari

Warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, tersebut dikarantina selama 14 hari di RSUD Magrety Saumlaki karena sakit setelah melakukan perjalanan ke Malaysia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  17:45 WIB
Ilustrasi-Foto aerial jembatan Leta Oar Ralan di Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Arief BM
Ilustrasi-Foto aerial jembatan Leta Oar Ralan di Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Arief BM

Bisnis.com, AMBON - Seorang warga karantina harus menjalani karantina selama 14 hari sepulang dari luar negeri.

Warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, tersebut dikarantina selama 14 hari di RSUD Magrety Saumlaki karena sakit setelah melakukan perjalanan ke Malaysia.

"Sebenarnya warga yang diketahui bernama BN (19) itu ketika datang ke Saumlaki masih dalam kondisi sehat. Hanya saja yang bersangkutan baru tiba dari luar negeri, jadi harus dilakukan pemeriksaan dan menjalani karantina," kata Kepala Dinas Kesehatan KKT, Edwin Tomasoa yang dihubungi dari Ambon, Kamis (13/2/2020).

BN baru kembali dari luar negeri dan masuk Jakarta melalui Malaysia kemudian meneruskan perjalanan ke Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku.

Menurut Edwin, BN selanjutnya pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Tanimbar pada umat (7/2) dalam kondisi masih sehat.

Namun, setelah mendapat informasi dia sakit, sesuai aturan, tim medis dari RSUD Magrety dan puskesmas setempat mengambil sejumlah langkah antara lain melakukan pemeriksaan medis dengan cara mengambil lendir pasien.

Saat ini pasien sementara waktu dikarantina selama 14 hari dan tim medis akan mengirimkan hasil pemeriksaan tersebut ke Surabaya, Jatim. 

"Apabila sebelum 14 hari hasil spesimen atau sampelnya dinyatakan negatif maka yang bersangkutan dikeluarkan dari ruang karantina," ujar Edwin.

Pemeriksaan dilakukan oleh dr. Novita Tilukay dan jika ada indikasi sakit, yang bersangkutan akan diberi obat.

Edwin menambahkan wilayah KKT sejak Januari hingga awal Februari 2020 dilanda wabah muntaber atau diare yang menyebabkan sedikitnya sepuluh orang meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia karantina

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top