Presiden Jokowi Diharapkan Bangun Sektor Pendidikan di Papua

Pembangunan sektor pendidikan dinilai belum berjalan dengan baik di Provinsi Papua. Oleh karena itu, Presiden Jokowi diharapkan memperhatikan pembangunan sektor pendidikan di wilayah ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 November 2019  |  13:39 WIB
Presiden Jokowi Diharapkan Bangun Sektor Pendidikan di Papua
Presiden Joko Widodo saat tiba di Pegunungan Arfak, Papua Barat, Minggu (27/10/2019) pagi. Presiden disambut ribuan warga, tarian gembira, dan kalungan manik-manik di lapangan bola Irai, Pegunungan Arfak, Papua Barat. - Facebook/Presiden Joko Widodo

Bisnis.com, WAMENA - Pembangunan sektor pendidikan dinilai belum berjalan dengan baik di Provinsi Papua. Oleh karena itu, Presiden Jokowi diharapkan memperhatikan pembangunan sektor pendidikan di wilayah ini.  

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Teknik Komputer Jayawijaya Marthen Medlama, Rabu (6/11/2019) mengatakan lima tahun lalu pembangunan di Indonesia timur, khususnya Papua, lebih fokus kepada infrastruktur jalan dan jembatan.

"Infrastruktur jalan dan jembatan penting, tetapi khusus bagi orang di sekitar 16 kabupaten di wilayah gunung itu membutuhkan pendidikan yang berkualitas. Bangunan sekolah yang bagus, perpustakaan yang lengkap," kata Marthen.

Marthen mengatakan tidak ada yang salah dengan pembangunan jalan dan jembatan, tetapi harus diseimbangkan dengan pembangunan sumber daya manusia.

Ia mengatakan jika infrastruktur pendidikan seperti perbaikan fisik sekolah, penyediaan perpustakaan dan penyediaan akses internet terpenuhi barulah masyarakat Papua maju seperti daerah lain di luar Papua.

"Selama belum terpenuhi, saya rasa tidak mungkin kita maju, karena rata-rata populasi penduduk asli Papua tidak punya mobil. Kecuali mereka yang kerja di pemerintahan. Sekarang mau buka jalan untuk siapa. Itu pertanyaan sederhana. Pembukaan jalan itu positif, tetapi pemanfaatannya untuk siapa, karena kalau dibilang 3 atau 4 juta populasi asli Papua di Papua, yang punya mobil itu mungkin satu atau dua persen saja," kata Marthen.

Marthen mengharapkan pembangunan sektor pendidikan yang masih pincang bisa diperbaiki oleh kabinet Jokowi pada lima tahun kepemimpinan. Marthen juga berharap Presiden tidak percaya pembisik yang tidak mengerti konteks ke-Papua-an.

"Apalagi Presiden sudah angkat anak Papua khususnya Wempi Wetipo sebagai wakil menteri, beliau tahu betul kondisi di pegunungan. Beliaukan mantan bupati 10 tahun sehingga mampu memberikan masukan terkait pembangunan di wilayah pegunungan," kata Marthen.

Marthen mengatakan Kementerian Riset dan Dikti juga gagal pada lima tahun lalu, sebab tidak bisa menerjemahkan visi misi Presiden, sehingga pembangunan lebih terfokus pada jalan dan jembatan dan lupa membangun manusia.

"Jadi saya anggap Kemenristikdikti lima tahun lalu gagal. Bagaimana kita punya pimpinan Bapak Doktor Suriel Mofu memberikan masukan untuk pengangkatan dosen ASN untuk ditempatkan di semua 64 PTS di Papua dan Papua Barat, tetapi kenyataan hanya diberikan janji," kata Marthen.

Ia mengatakan upaya doktor Mofu itu mempermudah perguruan tinggi mendorong peningkatan SDM masyarakat Papua.

"Kita ingin ada pengangkatan dosen ASN di perguruan tinggi. Yayasan kecil inikan, kalau dosen ASN hadir, kami terbantu, pembiayaanya berkurang," kata Marthen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan, papua

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top