Belum Kondusif, Akses Internet 6 Wilayah di Papua Belum Dibuka

Setelah pemerintah terus melakukan pembukaan akses layanan internet di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, kini tersisa 6 kabupaten/kota di kedua wilayah tersebut yang layanan internetnya belum dibuka.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 10 September 2019  |  04:25 WIB
Belum Kondusif, Akses Internet 6 Wilayah di Papua Belum Dibuka
Petugas kepolisian mengevakuasi seorang warga saat melakukan penjagaan aksi di Mimika, Papua, Rabu (21/8). Antara - Sevianto Pakiding

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah pemerintah terus melakukan pembukaan akses layanan internet di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, kini tersisa 6 kabupaten/kota di kedua wilayah tersebut yang layanan internetnya belum dibuka.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ferdinandus Setu, mengatakan akses layanan internet untuk 4 kabupaten/kota di Provinsi Papua, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Jayawijaya serta 2 kota di Papua Barat, yakni Kota Manokwari dan Kota Sorong yang masih belum dibuka pemerintah karena situasi belum sepenuhnya kondusif.

"Akan terus dipantau situasinya dalam 1 atau 2 hari ke depan," ujar Ferdinandus dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Senin (9/9).

Adapun, pemerintah secara bertahap terus melakukan pembukaan kembali layanan data internet di kedua provinsi tersebut sejak Rabu (4/9) dan terus berlanjut hingga Senin (9/9/2019).

Dari 29 kabupaten/kota di wilayah Papua Barat, sebanyak 25 kabupaten yang sudah dibuka kembali blokir atas layanan data internet yakni: Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Nabire.

Sementara dari 13 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Papua Barat, terdapat 11 kabupaten yang sudah dibuka akses layanan data internet yakni: Kabupaten Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Sorong.

Terkait dengan sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua terus menunjukkan penurunan sejak 31 Agustus 2019.

Puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah url mencapai 72.500. Distribusi hoaks terus menurun, 42 ribu url di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu url di tanggal 1 September 2019, lalu menurun menjadi 6.060 url hoaks dan hasutan di tanggal 6 September 2019. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top